Misteri Pembunuhan Brigadir J

Ramai Dugaan Bisnis Judi Online Libatkan Ferdy Sambo, Pengamat Minta Kapolri Transparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didesak ungkap bisnis gelap judi online diduga melibatkan Irjen Ferdy Sambo yang tengah viral di media sosial.

Editor: faridmukarrom
ist
Irjen Ferdy Sambo ditetapkan menjadi salah satu tersangka dalam dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J 

TRIBUNMATARAMAN.com | JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didesak ungkap bisnis gelap judi online diduga melibatkan Irjen Ferdy Sambo yang tengah viral di media sosial.

Diketahui pasca penetapan tersangkan Irjen Ferdy Sambo sebagai kasus pembunuhan Brigadir J, publik dibuat penasaran dengan adanya kasus judi online diduga melibatkan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Namun hingga sampai saat ini belum ada fakta yang bisa membuktikan jika Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam kasus perjudian.

Terkait hal ini Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic (ISESS), Bambang Rukminto meminta Polri segera melakukan penyelidikan dengan transparan dan akuntabel.

"Kondisi saat ini dengan tingkat kepercayaan masyarakat sangat menurun, yang bisa dilakukan polisi tentunya adalah melakukan penyelidikan terkait isu tersebut dan menyampaikannya pada publik secara transparan dan akuntabel. Tanpa ada transparansi, berat rasanya membendung asumsi-asumsi liar," kata Bambang Rukminto dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

Bambang Rukminto menilai upaya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dengan tegas memerintahkan anggotanya untuk memberantas perjudian jangan sampai hanya dianggap pencitraan semata.

"Saya khawatir upaya-upaya itu hanya dianggap sebagai sebuah pencitraan saja bila tak diiringi dengan transparansi pengungkapan yang dalam. Jangan-jangan operasi praktik perjudian ini hanya menyasar para pengecer di kelas bawah, sementara big bosnya tetap aman," tuturnya. 

"Bisnis judi online tentunya melibatkan transaksi keuangan yang sangat luas dan besar. Makanya juga perlu diusut transaksi dalam rekening-rekening bandar judi yang ditangkap itu," sambungnya. 

Meski baru sekedar isu, Bambang Rukminto menyebut Polri sudah harus menyelidiki dengan memeriksa anggotanya yang diduga terlibat dalam pusaran bisnis konsorsium 303 tersebut.

"Makanya pemeriksaan nama-nama tersebut juga sangat penting dilakukan. Tentunya pemeriksaan tersebut bukan sekedar meminta keterangan saja tetapi juga harus melakukan penyelidikan yang lebih mendalam," ujar Bambang Rukminto.  

"Publik sudah belajar dari awal kasus ini (pembunuhan Brigadir J), dan menemukan bukti bahwa upaya menutup-nutupi borok di internal kepolisian itu benar adanya," bebernya. 

Diketahui, baru-baru ini beredar dokumen Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303 yang membekingi berbagai bisnis ilegal. Satu di antaranya kegiatan perjudian.

Mabes Polri pun sudah buka suara soal isu di internal Korps Bhayangkara tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengaku masih belum mengetahui informasi yang beredar tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved