Berita Tulungagung

Begini Sejarah Monumen Batalyon Sikatan Berdiri di Simpang Tiga Ngantru Tulungagung

Monumen Perjuangan Batalyon Mobile 507/Sikatan di Simpang Tiga Ngantru Tulungagung akan dipindah.

Penulis: David Yohanes | Editor: faridmukarrom
Tribun Mataraman / David Yohanes
Selamatan di Monumen Sikatan di Simpang Tiga Ngantru sebelum pemindahan Kamis (18/8/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.com |  TULUNGAGUNG - Monumen Perjuangan Batalyon Mobile 507/Sikatan di Simpang Tiga Ngantru Tulungagung akan dipindah.

Batalyon ini telah berubah menjadi Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 500/Sikatan yang bermarkas di Surabaya.

Monumen ini dibangun untuk memperingati perjuangan batalyon mobile di era agresi militer ke-2 Belanda,  akhir tahun 1948 akhir. 

Komandan Kompi Markas Yonif Raider 500/Sikatan, Lettu Iskak Sutarman, mengatakan di lokasi monumen ini dulunya terjadi pertempuran besar dengan Belanda. 

Saat itu, sekitar  awal tahun 1949 ada pasukan Belanda dari Srengat, Blitar yang akan merebut Tulungagung.

Belanda berusaha menghancurkan jembatan dengan bahan peledak.

Sementara Batalyon Sikatan telah menempatkan beberapa pasukan kecil untuk menghadang.

Batalyon Mobile ini saat itu bermarkas di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, tidak jauh dari Jembatan Ngujang. 

"Mereka menggunakan alat berat. Sementara kita pakai senjata ringan, dan ada beberapa semi otomatis," terang Lettu Iskak.

Selamatan di Monumen Sikatan di Simpang Tiga Ngantru sebelum pemindahan Kamis (18/8/2022)
Selamatan di Monumen Sikatan di Simpang Tiga Ngantru sebelum pemindahan Kamis (18/8/2022) (Tribun Mataraman / David Yohanes)

Pertempuran sengit ini berlangsung selama satu malam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved