Berita Kediri

Situs Persada Sukarno di Kediri Ingin Undang Staf Khusus Presiden Saat Tasyakuran Hari Jadi NKRI

Tasyakuran Hari Jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan digelar di rumah masa kecil Bung Karno Situs Persada Sukarno di Kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Situs Dalem Pojok, rumah masa kecil Bung Karno di Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Tasyakuran Hari Jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan digelar di rumah masa kecil Bung Karno Situs Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri 18 Agustus 2022.

Di kegiatan ini panitia juga mengundang Staf Khusus Presiden untuk hadir.

Lukito Sudiarto, Sekretaris Panitia menjelaskan, acara akan digelar selama tiga hari tiga malam. Mulai dari Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih, Selamatan, Doa Lintas Agama, Sujud Syukur, Santunan Veteran dan anak yatim dan fakir miskin, pemutaran film, pagelaran musik, tari kolosal, teater, diskusi kebangsaan hingga pengobatan gratis.

"Untuk acara ini kami telah mengirim surat permohonan bimbingan dan dukungan kepada Bapak Presiden. Kami juga melayangkan surat undangan kepada Bapak Sukardi Rinakit, Staf Khusus Presiden untuk bisa hadir ditengah-tengah acara ini,” ungkap Lukito Sudiarto, Minggu (14/8/2022).

Kehadiran Staf Khusus Presiden ini sangat penting mengingat acara tasyakuran Hari Jadi NKRI ini adalah baru pertama kalinya ada di Indonesia.

Menurut Ki Aji, budayawan sesepuh Jawadipa, kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia ada tasyakkuran Hari Jadi NKRI tanggal 18 Agustus. 

Karena biasanya orang menyebut 17 Agustus 1945 Hari Kemerdekaan Republik dengan frasa ini orang mengira pada tanggal 17 itu Republik Indonesia merdeka sekaligus juga NKRI berdiri. 

"Ini kurang tepat. Karena yang dijajah 350 tahun adalah bangsa Indonesia, Republik Indonesia tidak pernah dijajah, Republik Indonesia berdiri selang sehari setelah bangsa ini merdeka,” jelas Ki Aji.

Sementara Kushartono, Ketua Harian Persada Sukarno mengatakan, pelurusan frasa ini sangatlah penting. Sebab semua ini menyangkut masalah  besar marwah bangsa dan negara.

Mereka mengusulkan 17 Agustus 1945 adalah hari Kemerdekaan Bangsa, bukan Kemerdekaan Republik  dan 18 Agustus 1945 adalah Hari Jadi NKRI

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved