Berita Tulungagung

Nelayan Popoh Kesulitan Dapat Solar Saat Musim Ikan Tiba, Berharap Dibangunkan  SPBU Sendiri

Para nelayan Pantai Popoh di Tulungagung berharap mereka punya SPBU sendiri karena selama ini kesulitan dapat solar, khususnya saat musim ikan tiba

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Kapal-kapal  nelayan di Pantai Popoh Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.   

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Nelayan Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung masih kesulitan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk melaut.

Padahal mereka harus berpacu dengan musim ikan, sebelum kondisi laut tak mendung dan ikan sulit didapat.

Salah satu juragan kapal, Muhammad Sadat, mengatakan selama ini nelayan Popoh mengambil  BBM dari SPBU di sekitar.

"Seringkali stok solar di SPBU kosong. Ini yang merugikan nelayan yang butuh segera melaut," ujar Sadat, saat ditemui di dermaga TPI Pantai Popoh. 

Untuk bisa membeli BBM jenis solar, para nelayan harus minta direkomendasi Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi (DKP) yang ada di Pantai Popoh.

Atau mereka minta formulir dari SPBU untuk dimintakan  rekomendasi dari kepala desa. 

Sekali melaut, Sadat mengaku membutuhkan sekitar 300 liter solar.

Jika sekali saja gagal mendapatkan solar, maka kerugian bisa mencapai puluhan juta.

Sadat mencontohkan, sekali melaut bisa mendapatkan 3-4 ton ikan.

Dengan asumsi harga termurah saja, Rp 5000 per kilogram, maka Rp 15 juta hingga Rp 20 juta melayang per hari.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved