Pesulap Merah Vs Gus Samsudin

Padepokan Ditutup, Gus Samsudin Bakal Laporkan Pesulap Merah

Gus Samsudin bakal laporkan Pesulap Merah di Polres Blitar buntut padepokan yang akhirnya ditutup

Editor: faridmukarrom
tribunjatim/luhur pambudi
Gus Samsudin Datang ke Mapolda Jatim Lagi, Bawa 2 Video Sebagai Barang Bukti Pengaduan Pesulap Merah 

Laporan Wartawan Tribun Mataraman Luhur Pambudi

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Tak cuma mengadukan atas dugaan pencemaran nama baik gegara konten video YouTube, ke Polda Jatim, pesulap merah atau HS (26) alias MR bakal dilapor Gus Samsudin karena kerusuhan Padepokan Nur Dzat Sejati di Blitar, Jatim. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Gus Samsudin seusai menjalani pemeriksaan di Ruang Penyidik Unit IV Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Jumat (12/8/2022). 

Rencananya upaya pelaporan tersebut akan dilakukan pada pekan depan. Gus Samsudin menduga, adanya unsur kesengajaan atas kunjungan pesulap merah, pada beberapa bulan lalu, yang berujung pada penolakan dari warga. 

Bahkan disebut oleh Gus Samsudin, adanya upaya peretasan website resmi Desa Rejowinangun, atau tempat keberadaan padepokannya. 

"Dan kita juga gak cuma lapor di Polda, kita juga laporkan ke Polres. Bukan hanya pencemaran nama baik. Tetapi juga tentang kerusuhan dan pengerusakan yang diakibatkan oleh kedatangan dari Bang Marcel," katanya saat ditemui awak media di depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Jumat (12/8/2022). 

Sementara itu, Kuasa Hukum Padepokan 'Nur Dzat Sejati' Supriarno menegaskan, ada beberapa peristiwa yang terjadi dalam rekaman video pada akun Channel Youtube pesulap merah, yang cenderung menyebabkan kegaduhan dan tindakan tidak menyenangkan.

"Jadi ada 3 peristiwa ini beda-beda. 2 bulan lalu ada video yang sekarang jadi obyek pelaporan di Polda. Lalu terlapor datang tanggal 20 Juli sekitar jam 3 sore, tanpa koordinasi, tanpa perjanjian, dan malah tanpa beradab tanpa beretika tanpa bersopan santun, dengan teman seluruhnya," ungkap Supriarno. 

Dampak dari insiden tersebut, ternyata berbuntut panjang. 

Karena, lanjut Supriarno, belakangan diketahui website pengurus desa setempat tidak dapat diakses akibat peretasan. 

"Nah akibat dari dia datang ada kericuhan, kemudian ada alat elektronika di pemdes di-hack, gak tahu siapa yang hack, selang beberapa hari kemudian, tepatnya hari minggu, kemudian ada pengerusakan di padepokan. Opininya tergiring oleh terlapor, dengan sedemikian rupa penyerangan terhadap harkat dan martabat gus Samsudin, akhirnya opininya seperti itu," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved