Rumah Kades Dibakar

Kesal Ditegur Karena Ambil Daun Pisang, Doman Nekat Bakar Rumah Pak Kades

Ketika diperiksa, Doman mengaku nekat membakar rumah kepala desa karena kesal setelah ditegur saat mengambil daun pisang.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Muhammad Sudarsono
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kesal setelah ditegur Kepala Desa (Kades) karena mengambil daun pisang, Doman Tarigan (41) membakar rumah Kepala Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pascapembakaran rumah kades, Doman Tarigan melarikan diri. Bahkan tersangka ditetapkan sebagai DPO.

Setelah sebulan, melarikan diri tersangka Doman ditangkap di Kananjahe, Kabupaten Karo.

Ketika diperiksa, Doman mengaku nekat membakar rumah kepala desa karena kesal setelah ditegur saat mengambil daun pisang.

Peristiwa pembakaran rumah Kepala Desa sendiri berlangsung, Senin (11/7/2022).

Kronologinya, dua hari sebelum kejadian, Doman mengambil daun pisang di sebuah ladang yang ia gunakan untuk alas duduk.

Saat itu ia dan teman-temannya sedang melihat penemuan mayat di wilayah Sembahe. Saat mengambil daun itulah, Doman ditegur oleh Kades.

Setelah ditegur, Doman mencari rumah Kades. Pada Senin ia membakar bagian belakang rumah Kades.

"Jangan diambil daun pisang itu, mati nanti pokok pisang itu'. Perbuatannya itu terlaksana setelah dua hari kemudian yaitu pada hari Senin tanggal 11 Juli," kata Kapolsek Pancur Batu Kompol Eriyanto Ginting, Jumat (12/8/2022).

Pembakaran rumah Kades pertama kali diketahui oleh tetangga Kades Sembahe, Sumbula Tarigan.

Saksi melihat kobaran api di bagian dapur pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Tetangga kemudian berusaha memadamkan api yang membakar bagian pintu belakang. Saat itu warga dan pemilik rumah menemukan 3 botol bekas minyak yang digunakan untuk membakar.

Akibat pembakaran ini korban ditaksir mengalami kerugian Rp 3 juta.

Dalam kasus ini tersangka dijebloskan ke tahanan dengan ancamanpenjara paling lama selama 12 tahun.

"Tindak pidana dengan sengaja membakar yang dapat mendatangkan bahaya umum bagi barang dan atau orang. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 ayat (1) KUHPidana, diancam kurungan paling lama 12 tahun," ucapnya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved