Berita Kediri

Aliansi Kediri Bersatu Mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Dicopot

Pegiat LSM yang tergabung dalam Aliansi Kediri Bersatu tetap mendesak pencopotan Siswanto, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: faridmukarrom
tribunmataraman.com/didik mashudi
Massa Gabungan Aliansi LSM Kota Kediri menggelar aksi demo di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Senin (25/7/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI -Pegiat LSM yang tergabung dalam Aliansi Kediri Bersatu tetap mendesak pencopotan Siswanto, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Supriyo,SH, Korlap Aliansi Kediri Bersatu menegaskan sikapnya supaya Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri untuk segera dinonaktifkan atau dicopot.
"Ini jangan jadi preseden dan menjadi kalkulasi bagi siapapun yang menggantikan untuk tidak bermain-main dalam perkara apapun di Dinas Pendidikan," tandas Supriyo, Jumat (12/8/2022).
Aliansi Kediri Bersatu telah d UU a kali menggelar aksi demo ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri dan Balai Kota Kediri dengan tuntutan dinonaktifkan kepala dinas pendidikan Kota Kediri.
Diungkapkan Supriyo, sebenarnya kepala dinas sudah tidak layak dipertahankan karena di lembaga yang dipimpinnya pada 2019/2022 terjadi kasus korupsi pengadaan buku.
Malahan kasusnya sudah terbukti di pengadilan, namun yang disesalkan sampai sekarang masih dipertahankan kepala dinasnya.
Kondisi itu diperparah lagi dengan kejadian kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum guru pendidik terhadap anak didiknya yang terjadi sejak pertengahan tahun lalu. 
Supriyo mengungkapkan, dalam pertemuan dengan kepala Dinas Pendidikan telah mengakui dan mendengar langsung ada peristiwa pencabulan dengan pelaku oknum guru.
Namun yang disesalkan kasusnya bukannya dibawa ke ranah hukum malah berinisiatif memanggil orang tua dan pihak -pihak terkait lainnya sehingga melampaui kewenangannya.
"Kepolisian saja tidak sembarangan dalam melakukan pemeriksaan. Malahan petugas harus mendatangi dan membawa psikolog dan orang yang paham masalah kejiwaan. Namun yang dilakukan kepala dinas malah memanggil dan mendamaikan," ungkapnya.
Supriyo juga menegaskan, pihaknya secara resmi telah melaporkan kepala dinas pendidikan ke Polres Kediri Kota berkaitan dengan dugaan penyembunyian dan dugaan perlindungan terhadap tindak pidana.
Malahan Supriyo mengungkapkan sudah keluar SH2HP dari Polres Kediri Kota. "Kami akan terus kawal kasusnya," tandasnya.
Namun Supriyo juga mengungkapkan, kalau ada sikap legowo dari kepala dinas pendidikan dengan meminta maaf secara terbuka kepada publik dan yang bersangkutan sudah dinonaktifkan pihaknya akan mencabut laporannya.
"Kalau tidak ada permintaan maaf, meski telah berakhir masa baktinya, kami akan mengejar Polres Kediri Kota untuk membawa ranah pidana sebagai bentuk pertanggungjawabannya," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru diduga telah mencabuli anak didiknya. Pelaku mencabuli korban dengan dalih menggelar bimbingan belajar yang berlangsung di ruang kelas.
 Total sudah ada 6 korban kasus yang telah berlangsung sejak pertengahan 2021. Pelaku oknum guru telah dipecat sebagai aparatur sipil negara (ASN) Kota Kediri dan telah dilakukan penahanan di Mapolres Kediri Kota

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved