Misteri Pembunuhan Brigadir J
Lima Tanggapan Pengacara Deolipa Yumara Setelah Dicabut Kuasanya Sebagai Pengacara Bharada E
Pengacara Deolipa Yumara mengomentari pencabutan kuasanya sebagai kuasa hukum Bharada E. Berikut lima tanggapan darinya
Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.com | JAKARTA - Pengacara Deolipa Yumara mengomentari pencabutan kuasanya sebagai kuasa hukum Bharada E yang kini jadi tersangka pembunuhan terhadap Brigadir J.
Seperti diketahui, sejak 10 Agustus 2022, Deolipa Yumara dan Burhanuddin tak lagi menjadi kuasa hukum untuk Bharada E.
Sejak itu pula, kuasa diberikan oleh Bharada E kepada Ronny Talapessy.
Merespon pencabutan kuasa itu, Deolipa Yumara membuat lima pernyataan.
Baca juga: Inilah Sosok Pengacara Baru Bharada E yang Menggantikan Deolipa Yumara dan Burhanuddin
Pertama, dia menegaskan bahwa dirinya tak punya kepentingan apapun dalam perkara ini.
Kedua, dia menegaskan bahwa posisinya sebagai pengacara Bharada E adalah penunjukan dari negara.
"Kedua, Kita ditunjuk oleh negara untuk melakukan pekerjaan pengacara," kata dia dikutip dari tayangan Kompas TV, Jumat (12/8/2022).
"Ketiga, waktu diminta untuk datang ke Mabes Polri, kita lagi tidur. Karena pulang pagi, pingin tidur. Tau-tau diganggu oleh negara supaya melakukan pekerjaan negara, saya turut. Saya nggak tau perkaranya apa dan saya nggak punya kepentingan terhadap perkara ini. Sampai sekarang nggak punya kepentingan," imbuhnya.
Keempat, Deolipa Yumara tak mempermasalahkan apabila kuasanya dicabut.
"Ya nggak ada persoalan (dicabut kuasanya), biasa saja kita, perkara banyak kok saya. Cuma, ketika kita mulai dengan si Eliezer (Bharada E) ini dengan doa, saya maunya kita tutup juga dengan doa. Baru clear. Itu saja permintaan saya," urainya.
Selain itu, dia juga meminta fee senilai paling tidak Rp 15 triliun.
"Baru kelima, saya pingin, minta dong jasa pengacara dari negara, ya paling gak 15 triliun biar kita bisa foya-foya, capek lho, lima hari nggak tidur. Kalau nggak dikasih ya saya gugat negara, bebas donk, namanya nggugat," tuturnya.
Sementara itu, terkait adanya tekanan-tekanan yang dia terima, dia menganggap itu hal yang biasa.
"Biasa ajalah tekanan-tekanan, santai nggak usah dipusingin," tandasnya.
Pengganti Deolipa Yumara
Diberitakan sebelumnya, Keluarga Bharada E telah menunjuk tim kuasa hukum yang baru untuk mendampingi Bharada E.
Bharada E adalah salah satu tersangka dalam dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Selain Bharada E, tersangka lainnya dalam kasus ini adalah Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Ferdy Sambo.
Kuasa hukum yang baru ditunjuk oleh keluarga untuk Bharada E itu adalah Ronny Talapessy.
Ronny Talapessy dan timnya ditunjuk untuk menggantikan Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin.
Penunjukan ini dibenarkan oleh Ronny Talapessy.
"Betul, saya lawyer Bharada E, ditunjuk langsung oleh orangtua dan Bharada E," kata Ronny Talapessy dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (12/8/2022).
Dia menambahkan, dia telah diberi kuasa untuk mendampingi Bharada E sejak Rabu, 10 Agustus 2022.
Setelah itu dia langsung mendampingi Bharada E dalam proses pemeriksaan, termasuk pemeriksaan yang dilakukan Komnas HAM hari ini di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
"Pastinya, semua kepentingan hak hukum dari Bharada E, semua proses ini harus berjalan sesuai koridornya," jelasnya.
Di sisi lain, surat pencabutan kuasa Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin sendiri beredar di media sosial.
Surat pencabutan kuasa itu diteken Bharada E di atas meterai.
Bharada E telah mencabut kedua kuasa hukum itu terhitung sejak Rabu (10/8/2022).
Berikut isi dari surat pencabutan kuasa berdasarkan yang dibacakan oleh Deolipa Yumara:
"Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Richard Eliezer Pudihang Lumiu, dalam hal ini menerangkan bertindak sebagai diri sendiri selanjutnya disebut sebagai pencabut kuasa.
Dengan ini, menerangkan bahwa terhitung tanggal 10 Agustus 2022 mencabut kuasa yang telah diberikan kepada Deolipa Yumara S.H, S.Psi dan Muhammad Burhanuddin S.H, advokat (pengacara).
Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani. Dengan pencabutan surat kuasa ini, maka surat kuasa tertanggal 8 Agustus 2022 sudah tidak berlaku dan tidak dapat dipergunakan lagi dan karenanya advokat dan konsultan hukum pada kantor Law Office Deolipa Yumara dan Burhanuddin Associates Counselor of Law tidak lagi memiliki hak dan kewenangan untuk melakukan tindakan hukum dalam hal yang sebagaimana tercantum di dalam kuasa tersebut.
Surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Demikian surat pencabutan kuasa untuk dipergunakan sebagaimana mestinya."
Jakarta, 10 Agustus 2022
Richard Eliezer Pudihang Lumiu"
Mengaku Ditekan
Sebelum kuasanya dicabut, pengacara Deolipa Yumara sempat membeberkan bahwa dia beberapa kali mendapat tekanan.
Deolipa Yumara mengaku mendapat banyak tekanan selama menjadi pengacara untuk Bharada E.
Hal itu diceritakan Deolipa Yumara saat hadir sebagai narasumber di program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (9/8/2022) lalu.
'Saya punya harapan-harapan, yang pertama harapan pribadi saya, internal. Ini kan kemudiaan saya menjadi saksi yang mendengar cerita Bharada E. Saya adalah kuasa hukumnya," kata Deolipa.
"Jadi tolonglah jangan ada tekanan-tekanan ke saya supaya cabut perkara atau apa, supaya cabut kuasa atau apa," tambahnya.
Deolipa mencontohkan tekanan-tekanan yang datang kepada dirinya.
"Namanya berperkara kan adajuga yang suka dan enggak suka. 'Woy jangan begitu, jangan begini, gua cabut, tolong ini,' ah gitu. ya kita bernegara nih. Ini saya pengacara merah putih lho, bukan pengacara institusi, saya pengacara merah putih untuk kepentingan bendera merah putih," tegasnya.
Deolipa mengatakan, tekanan yang ditujukan kepadanya sudah sangat mengganggu.
"Jadi jangan diganggu lah ketika sudah ada kuasa ke ke kami, kami sudah bicara panjang tiba-tiba mau dihentikan, ya enggak bisa. Ini saya buka saja lah," ujarnnya.
Deolipa sampai meminta tolong kepada Presiden Jokowi untuk melindungi dirinya.
"Harapan saya ada Pak Mahfud MD, ada Pak Presiden Jokowi, ya tolong lah kami juga diperhatikan. Bukan perhatikan keuangannya, kami sudah banyak duit, tapi perhatikanlah keselamatan saya juga," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Deolipa-Yumara.jpg)