Berita Tulungagung

Tulungagung 100 Persen ODF, Pemkab Kejar Kekurangan 1,3 Persen Jamban Tidak Layak Pakai

Setelah Tulungagung sudah dinyatakan 100 persen ODF, Pemkab Tulungagung kini mengejar untuk mengurangi jumlah jamban yang tak layak pakai.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menerima piagam Tulungagung 100 Persen ODF dari Sekretaris Dinkes Jawa Timur, Hertanto. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Kabupaten Tulungagung telah menyandang status 100 persen open defecation free (ODF), atau bebas dari kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan.

Status ini didapat berdasar hasil tim verifikasi dari Dinas Kesehatan Jawa Timur, 9-11 Agustus 2022 lalu.

Namun dari proses wawancara warga didapat, masih ada 1,3 persen jamban yang tidak layak.

Selain itu 7 persen warga masih menggunakan jamban sharing atau jamban bersama. 

Baca juga: Tulungagung Dinyatakan 100 Persen ODF, Tak Ada Lagi Orang Buang Air Besar Sembarangan

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mengatakan sukses 100 persen ODF ini sudah dirintis sejak tahun 1998.

"Saat itu banyak dibangun MCK (mandi cuci kakus) umum di desa-desa. Terutama di wilayah pegunungan," terang Maryoto. 

Pembangunan MCK umum ini pelan-pelan mengubah kebiasaan BAB sembarangan, menjadi ke jamban MCK.

Warga pun akhirnya mulai banyak yang membangun jamban di rumahnya masing-masing.

Kini setelah dinyatakan 100 persen ODF,  Pemkab Tulungagung akan mengejar kekurangan 1,3 persen jamban tak layak.

"Kami akan programkan bantuan 1000 septic tank. Diharapkan tahun 2023 bisa tuntas," sambung Maryoto.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved