Berita Blitar

Mengejar Perahu dengan Berenang, Satu Nelayan Hilang, Adiknya Selamat Usai Berenang 1 KM

Dua nelayan asal Kabupaten Blitar digulung ombak besar saat memasang perangkap udang Lobster di Pantai Serang

Editor: faridmukarrom
Imam Taufik
Petugas lagi memantau kondisi ombak di saat tim SAR melakukan pencarian nelayan yang hilang terseret ombak 

Laporan Wartawan Tribun Mataraman Network Imam Taufik

TRIBUNMATARAMAN.com | BLITAR - Dua nelayan asal Kabupaten Blitar digulung ombak besar saat memasang perangkap udang Lobster di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Rabu (10/9/2022) petang.

Apesnya, salah seorang dari mereka, Suwarno (42), warga Desa Serang, belum ditemukan hingga Kamis (11/9/2022) siang.

Sedang, yang satunya adalah Supadi (35), adik kandung korban, Suwarno, selamat. Itu setelah ia berenang dengan melawan ganas ombak sejauh sekitar 1 km, untuk menepi ke bibir pantai.

Informasinya, ia bisa melawan terjangan ombak karena membawa pelampung yang seukuran ban vespa, buat bantuan berenang. Sementara, kakaknya, dikabarkan tidak pakai pelampung karena mungkin sudah punya jam terbang lebih tinggi dibandingkan adiknya.

"Ternyata, korban bukan sendirian melainkan dengan adiknya saat mengalami musibah itu," papar Handoko, Kades Serang.

Memang, keduanya itu bukan nelaayan yang baru kemarin sore melainkan sudah punya jam terbang yang tak diragukan karena sejak mudanya sudah sebagai nelayan.

Petugas lagi memantau kondisi ombak
Petugas lagi memantau kondisi ombak di saat tim SAR melakukan pencarian nelayan yang hilang terseret ombak

Sore itu, seperti biasanya, mereka berangkat melaut dengan perahu yang ada mesinnya atau mirip speedboat. Kalau musim seperti ini, semua nelayan mengincar untuk meendapatkan tangkapan udang Lobster karena hasilnya lebih besar dibandingkkan ikan lainnya.

Kebetulan, di Pantai Serang itu dikenal penghasil Lobster kelas ekspor. Bahkan, saking bagus kualitas Lobster-nya, sekarang ini kian banyak pengusaha asal luar kota, membuka budi daya tambak Lobster di sepanjang pantai selatan Blitar.

"Kalau nelayan, apaalagi ya khusus menangkap Lobster ya harus berangkat sore dan baru kembali menepi pagi. Sebab, mereka menagkap udang itu pada malam hari," paparnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved