Berita Trenggalek

Digandeng Produsen Produk Herbal, Produktivitas Petani Jahe Merah di Trenggalek Meningkat

Petani jahe merah di Pule, Kabupaten Trenggalek berhasil meningkatkan produktivitas secara signifikan setelah digandeng produsen rokok herbal

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Pengolahan Jahe merah yang ditanam para petani di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Petani jahe merah di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek berhasil meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Beberapa tahun lalu dengan model tanam konvensional, mereka hanya bisa menghasilkan antara 5-6 kilogram (kg) jahe merah dari 1 kg bibit yang ditanam.

Kini, produktivitas itu bisa meningkatkan antara 2-3 kali lipat.

"Sekarang dari 1 kg [bibit], hasilnya antara 12-14 kg jahe merah," kata Hari Subiyanto, Ketua Bumdesma Sari Bumi di Kecamatan Pule, Kamis (11/8/2022).

Jika dikonversi menjadi ukuran lahan, hasil itu setara dengan 13-14 ton jahe merah basah per hektare.

Peningkatan hasil panen itu terjadi setelah para petani di tiga desa di Kecamatan Pule bekerja sama dengan PT Bintang Toedjoe, anak perusahaan Kalbe Farma yang berfokus pada produk herbal.

Hari menjelaskan, sekitar 50 petani di Desa Pule, Pakel, dan Jombok bermitra dengan perusahaan itu.

Mereka menggarap lahan seluas kira-kira 6 hektare untuk ditanam jahe merah.

Proses penanaman jahe merah dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang dikenalkan oleh salah satu unit bisnis Bintang Toedjoe.

SOP itu mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan, hingga penanganan pascapanen.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved