Berita Kediri

Rumah Persada Sukarno Minta Dukungan Jokowi Tanggal 18 Agustus Sebagai Hari Jadi NKRI 

Rumah Persada Sukarno Kediri mengirimkan permohonan dukungan kepada Presiden Jokowi terkait tanggal 18 Agustus sebagai Hari Jadi NKRI

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Kushartono (kanan) sewaktu menyerahkan surat permohonan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Kantor Sekretariat Negara Republik Indonesia. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Rumah Persada Sukarno Kediri mengirimkan permohonan dukungan kepada Presiden Joko Widodo terkait Tasyakuran Doa dan Upacara 18 Agustus 1945 sebagai Hari Berdirinya NKRI atau Hari Jadi NKRI

Kushartono, Ketua Harian Persada Sukarno menjelaskan, surat permohonan telah dikirim langsung ke Kantor Sekretariat Negara Republik Indonesia.

“Alhamdulillah surat permohonan dukungan kepada Bapak Presiden sudah diterima di Sekretariat Negara. Kami yakin Bapak  Jokowi akan mendukung agenda Tasyakkuran 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan 18 Agustus sebagai Hari Berdirinya NKRI atau Hari Jadi NKRI di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri," ungkap Kushartono, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Rumah Persada Sukarno Gelar Dua Kali Upacara Bendera di Bulan Agustus 

Menurut Kushartono, upaya yang dilakukan demi lebih memperkuat lagi kesadaran berbangsa dan memperkokoh lagi NKRI dan ini sejalan dengan Program Pemerintah di bawah pimpinan Presiden Jokowi.

Diungkapkan Kushartono, dalam surat tersebut juga memohon arahan, seandainya agenda tasyakuaran kemerdekaan bangsa dan Hari Jadi NKRI dianggap menyalahi aturan, dirinya siap menghentikan. 

Selain mohon dukungan kata Kushartono, pihaknya juga menyampaikan kepada Presiden seandainya agenda doa tasyakuran dan upacara Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang dilakukan setiap 17 Agustus dan upacara tasyakuran Berdirinya NKRI 18 Agustus ini dianggap menyalahi, mohon diingatkan, mohon bimbingan dan arahan. 

"Seandainya kemudian dilarang kami gak apa-apa. Karena itulah kami berkirim surat kepada Bapak Presiden,” ungkapnya.

Kushartono menjelaskan, bukan tanpa alasan mengapa tasyakuran Hari Jadi NKRI perlu dimulai dari Kediri. Karena, jika ditelusuri hampir semua hal yang terkait negara  ini berawal dari bumi Kediri.

“Pancasila dasar negara mulai digali oleh Bung Karno di Kediri, lambang negara Garuda Pancasila berasal dari Garudea juga Kediri. Semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika dari Mpu Tantular Kediri, bendera negara sang merah putih juga dari kerajaan Kediri,” jelasnya.

Sehingga sudah semestinya jika Hari Jadi NKRI perlu diawali dari Kediri. 

Soal tasyakuran hakekatnya adalah bersyukur kepada Allah, Tuhan YME yang telah menganugerahkan Negara Republik Indonesia ini.

“Insya Allah akan ada hikmah besar dibalik Hari Jadi NKRI ini. Sebab dengan bersyukur kepada Allah atas karunia NKRI maka buahnya bukan hanya kita yang menjaga NKRI, tapi Allah dan para malaikatnya juga menjaga NKRI. Sebagai bangsa dan negara yang percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa tidaklah berlebihan kami berkeyakinan semacam ini,” jelas Kushartono.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved