Berita Tulungagung

Banyak Tambang Ilegal Beroperasi Diam-diam di Tulungagung, Sektor Pajak Tak Bisa Digenjot

Mayoritas tambang ilegal yang kerap memicu konflik di Kabupaten Tulungagung adalah tanah uruk.

Penulis: David Yohanes | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/David Yohanes
Truk pengangkut tanah uruk ilegal yang pernah ditangkap polisi. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I TULUNGAGUNG- Perolehan Pajak Daerah (PPD) sektor pertambangan di Kabupaten Tulungagung sulit digenjot.

Target perolehan sektor ini hanya Rp 320 juta per tahun, jauh dari sektor lain.

Sementara realisasinya hingga Juli 2022 sudah mencapai sekitar 50 persen,

"Sektor tambang memang sulit digenjot, karena lahan tambang di Tulungagung juga terbatas," terang Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulungagung, Indah Inawati.

Lanjutnya, potensi tambang yang kecil sehingga pemasukannya juga kecil.

Kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun belakangan ini.

Namun Indah mengaku tidak tahu potensi kebocoran, misalnya kemungkinan adanya tambang ilegal.

"Kami tidak tahu (adanya tambang ilegal), karena kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun," katanya.

Saat ini perolehan pajak daerah dari sektor tambang telah mencapai Rp 115 juta dari Rp 320 juta yang ditargetkan.

Sementara perolehan dari sektor lain, seperti Pajak Hotel dan Pajak Hiburan telah mencapai lebih dari 100 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved