Unjuk Rasa Aliansi Kediri Bersatu

Aksi Bawa Keranda Mayat, Aliansi Kediri Bersatu Tuntut Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Dicopot 

Sejumlah elemen di Kota Kediri menggelar unjuk rasa untuk mendesak pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, buntut kasus kekerasan seksual

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Massa Aliansi Kediri Bersatu membawa keranda mayat dan menggelar tahlilan di depan Kantor Pemkot Kediri, Rabu (3/8/2022). Dalam aksi damai ini, mereka mendesak pencopotan Kepala Dinas Pendidikan kota Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Massa yang tergabung dalam Aliansi Kediri Bersatu menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Pemkot Kediri.

Dalam aksi damai tersebut, massa unjuk rasa Aliansi Kediri Bersatu ini menuntut Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri dicopot karena dinilai melakukan pengondisian dalam kasus oknum guru cabul, Rabu (3/8/2022).

Aksi demo dilakukan dengan membawa keranda mayat dan menggelar tahlilan serta membawa replika keranda mayat. Massa membacakan tuntutan sambil menggelar doa pengusir setan.

Aliansi Kediri Bersatu merupakan gabungan pegiat masyarakat yang terdiri LSM Saroja, LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi dan LSM Gelora Cinta Negeri.

Baca juga: Modus Guru SD Negeri di Kota Kediri Cabuli 7 Muridnya Hingga Berakhir di Tahanan

Supriyo, Korlap Aksi mengungkapkan telah menemukan fakta baru dugaan kepala dinas pendidikan tentang pengondisian kasus dugaan pencabulan oleh oknum pendidik di salah satu sekolah Kota Kediri.

Karena kepala dinas sebenarnya telah mengetahui kejadian kasusnya namun tidak segera melaporkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang mengusut kasusnya.

Selain itu kejadian pencabulan yang dilakukan oknum guru sebenarnya telah berlangsung sejak setahun lalu. Namun kasusnya baru diketahui.

Sementara tuntutan mencopot kepala dinas pendidikan karena sikapnya tidak mencerminkan seorang pendidik.

Upaya pengondisian kasus dan tidak melaporkan kepada polisi, menurut mereka sangat disesalkan.

Selain itu yang juga disesalkan kasus pencabulan ternyata yang melaporkan Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Kota Kediri. Sementara dinas terkait justru tidak bereaksi.

Massa masih melakukan orasi menunggu ditemui pejabat Kota Kediri.


 
 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved