Korupsi di Nganjuk

Mantan Kades Kemaduh Dijebloskan Penjara, Diduga Korupsi Aset Desa dan Pengelolaan Keungan

Tim Penerangan Kejari Nganjuk, Dicky Firmansyah SH, menjelaskan penahanan tersangka dilakukan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Tersangka AS saat digiring penyidik Kejari Nganjuk untuk ditahan dan dikirim ke Rutan kelas IIB Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I NGANJUK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menahan AS (51) mantan Kepala Desa (Kades) Kemaduh, Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk.

Penahanan yang dilakukan setelah adanya penetapan tersangka terhadap AS dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Aset Desa dan pengelolaan keuangan Desa Kemaduh1 tahun 2016-2018.

Tim Penerangan Kejari Nganjuk, Dicky Firmansyah SH, menjelaskan penahanan tersangka dilakukan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Nganjuk.

Penahanan itu sendiri dilakukan selama 20 hari ke depan.

"Tentunya masa penahanan terhadap tersangka nantinya setelah 20 hari akan ada evaluasi keputusan dari Kejari Nganjuk," kata Dicky Firmansyah yang juga Kasi Intel Kejari Nganjuk, Selasa (2/8/2022).

Dicky Firmansyah, mengatakan sebelum tersangka ditahan, penyidik Kejari Nganjuk telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Dalam pemeriksaan tersebut, tersangka didampingi oleh penasihat hukum yang ditunjuk oleh tersangka.

Penahanan tersangka dilakukan oleh tim jaksa penyidik berdasarkan surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejari Nganjuk pada tanggal 1 Agustus 2022.

Penahanan dilakukan dengan alasan menimbulkan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana sebagaimana dalam pasal 21 ayat (1) KUHAP dan juga untuk mempercepat proses penyidikan yang tengah dilakukan.

Penyidik Kejari Nganjuk, tambah Dicky Firmansyah, menjerat tersangka AS dengan pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tersangka AS saat digiring penyidik Kejari Nganjuk untuk ditahan dan dikirim ke Rutan kelas IIB Nganjuk.
Tersangka AS saat digiring penyidik Kejari Nganjuk untuk ditahan dan dikirim ke Rutan kelas IIB Nganjuk. (Istimewa)

"Tersangka mantan Kades Kemaduh sebelumnya sudah diperiksa oleh petugas kesehatan untuk menjalani screening covid-19, berupa rapid test Antigen SARS-Cov 2 sebagai rangkaian protokol kesehatan untuk dilakukan penahanan di Rutan kelas IIB Nganjuk," tutur Dicky Firmansyah.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved