Senin, 27 April 2026

Kecelakaan Maut Cibubur

UPDATE 9 Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut Cibubur yang Berhasil Diidentifikasi DVI Polri

Update 9 daftar nama kecelakaan maut Cibubur yang terjadi pada Senin 18 Juli 2022 hingga tewaskan 11 orang

Editor: faridmukarrom
Tribunnews
Kecelakaan Maut Truk Tangki Pertamina 

TRIBUNMATARAMAN.com - Update 9 daftar nama kecelakaan maut Cibubur yang terjadi pada Senin 18 Juli 2022.

Diketahui tim DVI Polri sudah berhasil mengidentifikasi 9 jenazah korban kecelakaan.

Kasubdit Yan DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati, AKBP Nugroho Lelono, mengatakan terakhir pihaknya mengidentifikasi jenazah bernama Moh Ruslan (44) dan Shinto Hutapea (48).

"Jadi ini penemuan terakhir bahwa kesembilan jenazah telah teridentifikasi dan sebagian besar sudah dipulangkan," kata Nugroho kepada wartawan di RS Polri.

Nugroho menuturkan pihaknya mengetahui identitas korban setelah dilakukan sidik jari medis dan properti.

"Teridentifikasi berdasarkan sidik jari medis dan properti," ujarnya.

Adapun 9 jenazah korban kecelakaan yang teridentifikasi di RS Polri adalah :

1. Priyastini, 50 tahun, PNS TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor

3. Peltu Suparno, 51 tahun, TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor

 3. Ardi Nurcahyanto, 23 Tahun, Ojol, warga Kalibaru, Cilodong, Depok.

4. Warni, 43 Tahun, warga Gunung Putri, Bogor

5. Ius Supriyatna, warga Gunung Putri, Bogor.

6. Muhammad Sirot, 41 Tahun, Purworejo, Jawa Tengah.

7. Sugiyatni, 38 Tahun, Purworejo, Jawa Tengah.

8. Moh Ruslan, 44 tahun, warga Pancalang, Kuningan

9. Shinto Hutapea, 48 tahun, warga Jalan Cililitan Besar, Kramat Jati, Jakarta Timur

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun truk pertamina seruduk sejumlah pemotor di Jalan Alternatif Cibubur Transyogie, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, kemarin menelan korban jiwa 10 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan hasil perkembangan penyelidikan kasus kecelakaan yang ditangani Satlantas Polres Metro Bekasi Kota itu.

"Sampai dengan hari ini data yg kita dapat dari kejadian tersebut korban meninggal dunia ada 10 orang. Kemudian ke-10 orang ini hari ini bisa saya sampaikan sudah berhasil diidentifikasi dan juga dari pihak Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan komunikasi dengan para keluarga korban terkait pengurusan jenazah," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Selain itu, Zulpan menyampaikan bahwa sopir dan kernet truk itu telah ditetapkan menjadi tersangka.

Penetapan tersangka itu dilakukan usai kedua sopir dan kernet itu diperiksa oleh penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya dan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota.

"Penyidik Subditgakkum polda metro jaya dan juga Satlantas Polres Bekasi kota telah menetapkan dua orang tersangka terkait kasus ini. Pertama saudara Supadi ini adalah supir truk tangki BBM tersebut, kedua adalah saudara Kasira ini merupakan kernet daripada truk tangki BBM," jelas Zulpan.

Driver Ojek Online Saksikan Detik-detik Kecelakaan 

Seorang Driver ojek online berikan kesaksian detik-detik Kecelakaan Maut Cibubur yang renggut nyawa 11 orang.

Diketahui Kecelakaan Maut Cibubur ini melibatkan truk tangki Pertamina pada Senin Sore (18/7/2022) di  lampu merah Transyogi Cibubur, Kelurahan Jatirangga, Jawa Barat.

Saksi mata seorang driver ojek online bernama Anwar menceritakan, detik-detik sesaat kecelakaan maut Cibubur itu terjadi, termasuk saat membantu mengangkat satu per satu jenazah korban.

Anwar menceritakan, saat kejadian itu dirinya sedang mengantarkan orderan penumpang.

Namun, tiba-tiba di kontur jalan menurun menuju lampu merah Transyogi Cibubur, sebuah truk Pertamina nyelonong dan menyeruduk beberapa mobil dan sepeda motor yang tengah berhenti.

"Mobil truk itu dari atas udah nyerempet dulu," kata Anwar di lokasi kejadian, Senin (18/7/2022) malam.

Driver Ojek Online yang saksikan kecelakaan maut Cibubur
Driver Ojek Online yang saksikan kecelakaan maut Cibubur (Tribun Jakarta)

Meski sudah dekat dengan maut, Anwar beruntung tak ikut menjadi korban dalam kecelakaan beruntun itu.

Dia pun melihat bagaimana para korban, baik dari pengemudi mobil dan motor yang bergeletakan di jalanakibat kecelakaan maut Cibubur ini.

Namun dia tak sempat melihat mengenai sopir dan kernet truk Pertamina nahas itu.

"Saya ngangkatin mayatnya aja, sopir sama kernetnya saya ga tau," kata Anwar yang menyebut ada sekitar 11 mayat yang diangkutnya.

Baca juga: Kesaksian Warga Saksikan Detik-detik Kecelakaan Maut Cibubur: Istighfar Saya Langsung Ngeri Banget

Baca juga: Warga Tuding Adanya Lampu Merah Biang Kerok Kecelakaan Maut Cibubur: Kalau Hujan Jalannya Licin

Dikatakan Anwar, sejak dipasangi lampu merah, di kawasan itu kerap terjadi kecelakaan.

Belum lama ini, kata dia, ada seorang TNI yang terlibat tabrakan akibat adanya lampu merah itu.

Anwar menilai lebih baik lampu merah tersebut ditiadakan sebab posisinya yang berada di turunan justru membahayakan pengendara.

"Apalagi pas hujan, jalanan licin jadinya bahaya," kata dia.

Seorang warga yang enggan disebut namanya menceritakan kesaksiannya atas musibah kecelakaan maut di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Bekasi, sore hari ini.

Baca juga: KRONOLOGI Lengkap Kecelakaan Maut Cibubur Truk Pertamina Seruduk Kendaraan 11 Tewas, Sopir Diamankan

Ia mengatakan, ketika kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah, yang mana rumahnya persis beradad di seberang lokasi kejadian.

"Tiba-tiba bunyi kencang banget, kaya bunyi hantaman. Langsung kaget saya keluar," katanya pada TribunJakarta di lokasi, Senin (18/7/2022).

Sesaat keluar rumah dan melihat apa yang terjadi, ia pun mengaku sempat tercengang melihat musibah kecelakaan maut ini.

"Itu ya Allah mas korbannya ada di bawah ban mobil tangki, istigfar saya langsung ngeri banget," kata dia.

Ia mengaku tak tahu persis berapa jumlah korban.

"Gak tahu, saya ngelihat ada korban di bawah ban langsung takut.

Baru itu langsung ramai warga sama ojol kan pada berhenti nolongin, saya gak berani," bebernya.

"Sudah puluhan kali, tapi ini yang terparah," tuturnya.

Sementara itu, sopir angkot Kampung Rambutan-Cileungsi bernama Dedi (36), juga menceritakan detik-detik Kecelakaan Maut di Cibubur ini.

Dedi mengaku panik. Sedangkan para penumpang berteriak dan melompat dari angkot yang disopiri Dedi.

Sebanyak 12 penumpang angkot yang disopiri Dedi selamat dari kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi itu.

"Ini masih deg-degan, masih panik. Tadi teriak-teriak," kata Dedi dikutip dari video TribunJakarta.com.

Dedi mengatakan angkot yang disopirinya berada paling depan dalam kecelakaan tersebut.

"Saya yang paling depan, lalu ada mobil Avanza, mobil tentara dan minyak (truk tangki Pertamina)," kata Dedi.

Angkot yang disopiri Dedi pun mengalami kerusakan di bagian depan dan belakang.

Ia mengaku masih mengalami syok akibat kecelakan maut tersebut. 

"Penumpang pada lompat lalu kabur. Saya hanya duduk di trotoar lalu videoin," imbuhnya.

Diwartakan TribunJakarta.com, jenazah para korban tiba di Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati secara bertahap pada Senin (18/7/2022) pukul 18.00 WIB menggunakan sejumlah ambulans.

Kecelakaan Maut Truk Tangki Pertamina
Kecelakaan Maut Truk Tangki Pertamina (Tribunnews)

Sejumlah anggota TNI berpakaian dinas pun turut mendampingi rekan mereka yang termasuk korban tewas kecelakaan lalu lintas hingga ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Arif Wahyono mengatakan hingga pukul 18.58 WIB tercatat sudah sembilan jenazah yang dibawa ke Instalasi Forensik untuk diidentifikasi.

"Mohon berapa laki-laki, berapa perempuan saya belum bisa jelaskan karena pada saat ini kami belum melakukan pemeriksaan," kata Arif di RS Polri Kramat Jati, Senin (18/7/2022) malam.

Dia menyebut bila dilihat dari kantong jenazah yang datang para korban diperkirakan berusia dewasa, namun untuk kepastian membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihaknya mengimbau para keluarga korban kecelakaan segera datang ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan pengambilan jenazah sebelum terjadi proses pembusukan.

Dari mereka juga kita perlu sidik jari dan segala macam," ujar Arif.

Sidik jari tersebut untuk keperluan identifikasi tim dokter forensik dengan mencocokkan data antemortem (sebelum kematian) dengan postmortem (setelah kematian).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved