Drama Pembunuhan Brigadir J

Dinilai Lakukan Intimidasi, Keluarga Brigadir J Minta Polri Nonaktifkan Brigjen Hendra Kurniawan

Keluarga Brigadir J, polisi yang tewas dengan sejumlah luka tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, meminta penonaktifan Brigjen Hendra Kurniawan.

Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
ist/twitter @DivHumas_Polri
Profil Karo Paminal Polri, Brigjen Hendra Kurniawan 

TRIBUNMATARAMAN.com - Keluarga Brigadir J, polisi yang tewas dengan sejumlah luka tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, meminta Kapolri juga menonaktifkan Brigjen Hendra Kurniawan.

Brigjen Hendra Kurniawan adalah Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Polri yang berdasarkan keterangan keluarga Brigadir J, datang ke Jambi untuk mengantarkan peti jenazah Brigadir J.

Brigjen Hendra Kurniawan juga melarang keluarga untuk membuka peti serta melihat jenazah.

Keluarga menilai Brigjen Hendra Kurniawan melakukan intimidasi saat mengantar jenazah Brigadir J ke keluarganya.

Baca juga: Polisi Penembak Brigadir J Sampai Tewas Bharada E Ajukan Perlindungan ke LPSK

Selain itu, keluarga Brigadir J juga berharap agar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi dinonaktifkan dari jabatannya lantaran dinilai bekerja tidak sesuai prosedur dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

Pengacara keluarga Brigadir J, Johnson Panjaitan mengatakan Brigjen Hendra Kurniawan melarang keluarga membuka peti jenazah Brigadir J.

"Dia yang melakukan pengiriman mayat dan melakukan tekanan kepada keluarga untuk melarang membuka peti mayat," kata Johnson dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (19/7/2022).

Katanya, Tindakan Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan melanggar asas keadilan serta prinsip-prinsip hukum adat yang sangat diyakini oleh keluarga Brigadir J.

Ditambahkan kuasa hukum keluarga Brigadir J yang lain, Kamaruddin Simanjuntak, Brigjen Hendra Kurniawan juga melarang keluarga memotret.

"(Brigjen Hendra Kurniawan) datang sebagai karo Paminal dan terkesan mengintimidasi keluarga almarhum. Juga memojokkan keluarga, sampai memerintah untuk tidak boleh memfoto, tidak boleh merekam, tidak boleh pegang HP, masuk ke rumah tanpa izin dan langsung menutup pintu," tuturnya.

Baca juga: Kapolri Copot Jabatan Kadiv Propam agar Transparan dan Objektif Usut Kematian Brigadir Yosua

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved