Berita Tulungagung

Bonus Untuk Official Cabor di Tulungagung yang Berprestasi Selama Porprov Jatim 2022 Masih Ditunda

Saat para atlet Tulungagung peraih medali di ajang Porprov Jatim 2022 diguyur bonus, para official cabor berprestasi masih harus menunggu gilirannya

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo memberikan uang pembinaan kepada  atlet peraih medali pada Porprov ke-7.  

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menyerahkan uang pembinaan kepada para atlet peraih medali, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-7, Rabu (20/7/2022).

Namun bonus untuk tim official cabang olahraga (Cabor) peraih medali harus ditunda.

Bonus rencananya baru akan diserahkan pada triwulan ke-4, atau setelah perubahan anggaran keuangan (PAK). 

"Untuk para official kami minta bersabar. Yang penting para atlet lebih dulu menerima uang pembinaannya," ujar Ketua KONI Tulungagung, Suwarsono.

Baca juga: Atlet Tulungagung Peraih Medali di Porprov Jatim 2022 Diguyur Bonus Rp 700 Juta

Jumlah bonus yang belum dibayarkan kepada tim official lebih dari Rp 130 juta. 

Menurut Suwarsono, tertundanya bonus untuk para manajer Cabor karena perolehan medali kontingan Tulungagung meningkat tajam.

Dari 4 emas, 13 perak dan 18 perunggu pada Porprov ke-6 kini menjadi 15 emas, 17 perak dan 11 perunggu.

Akibatnya jumlah bonus dan uang pembinaan yang diberikan juga mengalami pembengkakan.

"Kami sebelumnya alokasikan Rp 500 juta untuk bonus dan pembinaan. Tapi karena medalinya bertambah, uangnya bengkak menjadi lebih dari Rp 700 juta,"" ungkap Suwarno.

Lebih jauh Suwarno mengakui, ada sejumlah cabang olahraga yang meleset dari target. 

Salah  satunya futsal putri, Tulungagung adalah juara pada Porprov sebelumnya. 

Namun kali ini gagal di fase grup, karena banyak pemain yang diambil oleh tim lain. 

"Misalnya pemain kita yang kuliah di Malang, ternyata tidak bisa main karena diambil sama klub. Pemain-pemain yang bagus diambil," ungkapnya.

Cabor lainnya yang gagal mendapatkan medali adalah kick boxing,  tenis, bulutangkis, dan jujitsu. 

Namun ada cabang olahraga yang mengukir prestasi melebihi ekspektasi. 

Seperti dance sport yang meraih 1 emas, 1 perak,  1 perunggu padahal hanya 3 atlet. 

Lalu petanque yang menyabet semua emas.

Cabang olahraga yang masih punya potensi antara lain atletik, taekwondo, tinju, angkat berat dan renang.  (David Yohanes)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved