Berita Surabaya

Korban Penipuan Tas Hermes Kecewa, Medina Zein Tak Kunjung Ditangkap Meski Sudah Tersangka

Korban penipuan tas Hermes Palsu oleh Medina Zein mengaku kecewa kepada polisi karena tak bisa menangkap Medina Zein meski sudah dijadikan tersangka

Editor: eben haezer
ist/instagram @medinazein
Medina Zein yang dilaporkan melakukan penipuan tas Hermes palsu. 

Reporter: Firman Rachmanudin

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan penjualan tas hermes palsu oleh Polrestabes Surabaya, polisi masih gagal membawa Medina Zein ke Surabaya.

Hal itu membuat korban, Uci Flowdea Sudjiati merasa kecewa.

Sebab, tim opsnal Resmob Polrestabes Surabaya disebut telah bertemu dengan Medina Zein di rumahnya untuk melakukan penjemputan paksa.

"Polisi sudah di sana. Tapi kenapa kok malah kembali ke Surabaya tanpa membawa tersangka. Saya kecewa sebagai korban. Saya kecewa sama Kasat Reskrim," kata Uci, Rabu (6/7/2022).

Penjemputan paksa itu dilakukan polisi setelah Medina Zein ditetapkan sebagai tersangka dan tak datang usai dua kali panggilan tersurat.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana menyebut bahwa korban dikabarkan tengah menderita sakit.

Namun,ia tak merinci, sakit apa yang diderita oleh tersangka.

"Masih pendalaman pemeriksaan saksi ahli. Diinfokan saudari Medina Zein sakit," ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga memastikan bakal meminta penyidik untuk mengecek sejauh apa sakit yang diderita oleh Medina.

"Belum ketemu (saat penjemputan paksa). kita harus cek kebenaran sakitnya dulu," terangnya.

Kuasa hukum korban, Abdul Malik menyayangkan sikap polisi yang terkesan mengulur kasus tersebut.

"Kan sudah ditetapkan tersangka. Tinggal dijemput, diperiksakan di rumah sakit Bhayangkara. Selesai," kata Malik.

Ia bahkan khawatir, jika dokter yang ditunjuk oleh Medina Zein nantinya bisa memanipulasi rekam medis tersangka.

"Yang ditakutkan kan manipulasi rekam medisnya. Yang paling aman adalah menggunakan rumah sakit yang ditunjuk oleh kepolisian," imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, Malik menyebut Medina sudah berulang melakukan upaya tindak pidana penipuan bahkan pengancaman.

"Korbannya banyak. Di Polda Metro Jaya, klien kami juga ada laporan. Ada sekitar 16 korban disana yang ditipu dan diancam. Masak menerima uang tidak sakit, giliran tersangka tiba-tiba sakit bipolar. Kan patut diduga ini tidak betul,"  tandasnya.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved