Berita Nganjuk

Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban Saat Idul Adha, Pemkab Nganjuk Membuka Kembali 17 Pasar Hewan

Pemkab Nganjuk membuka kembali 15 pasar kambing dan 2 pasar sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
Salah satu pasar hewan Kambing yang kembali di buka di Kabupaten Nganjuk. (ist) 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemkab Nganjuk membuka kembali 15 pasar kambing dan 2 pasar sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko menjelaskan, kembali dibukanya pasar dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha.

"Kami menerapkan protokol kesehatan ketat di pasar hewan yang telah dibuka. Yakni dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan pembersihan lokasi pasar hewan," kata Haris Jatmiko, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Pasar Hewan Warujayeng di Nganjuk Kembali Dibuka, Petugas Langsung Lakukan Pemantauan

Untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, Disperindag Nganjuk juga memastikan hewan ternak yang didistribusikan di pasar hewan harus dalam kondisi sehat dan layak diperjualbelikan serta dikonsumsi.

Untuk memastikan itu pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian bidang kesehatan hewan dan petugas keamanan setempat.

"Sebelum hewan ternak masuk ke pasar atau ketika masih ada di atas kendaraan pengangkut, akan dilakukan pemeriksaan lebih dahulu. Kalau nantinya ada ternak yang sakit maka harus dikembalikan,” ucap Haris Jatmiko.

Setelah pasar beroperasi akan dilakukan pembersihan dan melakukan penyemprotan disinfektan. Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan tersebut akan rutin dilakukan di pasar-pasar hewan yang kembali dibuka.

"Penyemprotan dan pembersihan akan dilakukan baik sebelum maupun sesudah pasar beroperasi," tandas Haris Jatmiko.

Dan untuk mencegah penyebaran PMK di Pasar, tambah Haris Jatmiko, pihaknya telah membatasi lalu lintas keluar masuknya hewan ternak dari daerah lain. Hewan ternak yang dapat diperjualbelikan di pasar hewan tersebut adalah ternak-ternak yang berasal dari wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Untuk sementara hewan ternak dari luar daerah Kabupaten Nganjuk dilarang untuk masuk ke pasar hewan di Nganjuk," tutur Haris Jatmiko.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved