Berita Nganjuk

Serikat Pekerja di Nganjuk Diharapkan Dapat Ciptakan Hubungan Industrial Harmonis

Serikat Pekerja di Nganjuk diharapkan mampu menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan adil antara tenaga kerja dan perusahaan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Sejumlah perwakilan dari serikat pekerja di sejumlah perusahaan saat mengikuti pertemuan yang digelar Disnaker Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Serikat Pekerja diharapkan mampu menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan adil antara tenaga kerja dan perusahaan. Hal itu menunjukkan pentingnya peran dan fungsi serikat pekera bagi tenaga kerja dan perusahaan di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Supiyanto melalui Sekretaris Disnaker, Nur Wisnu Banrawan mengatakan, serikat pekerja dibentuk menjadi sarana komunikasi efektif dan aspiratif yang dapat memberikan kontribusi untuk kepentingan pekerja dan perusahaan.

"Dengan demikian, kepentingan pekerja dan perusahaan dapat berjalan serasi dan seimbang dalam menjalankan tugas dan peran masing-masing," kata Nur Wisnu Banrawan, Selasa (21/6t/2022).

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Nganjuk, Suwanto, Serikat Pekerja yang ada di Kabupaten Nganjuk wajib melaporkan keanggotaannya. Dengan adanya pelaporan jumlah keanggotaan serikat  pekerja tersebut, dapat membantu Disnaker untuk mengakomodir dalam penyelesaian konflik hubungan industrial yang berpotensi terjadi.

"Selain itu, pelaporan itu juga untuk pendataan keanggoataan serikat pekerja resmi yang baru di Kabupaten Nganjuk," kata Suwanto.

Lebih lanjut dikatakan Suwanto, pihaknya berharap sebagai Kawasan Industri Nganjuk (KING) dengan adanya serikat pekerja, maka perselisihan hubungan industrial dapat ditekan jumlahnya. Ketika sebuah perusahaan menerapkan norma dan aturan hubungan kerja yang baik, tidak akan ada perselihan yang terjadi. Dan hubungan kerja industrial dapat tercipta dengan baik, karena perusahaan butuh pekerja dan pekerja butuh perusahaan.

"Ini terbukti pada semester pertama tahun ini, Disnaker hanya menangani satu perselisihan. Hal itu berbeda dengan kabupaten atau kota lain. Dan apabila hubungan kerja berjalan dengan kondusif, maka penyelesaian hubungan industrial bisa diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dua belah pihak, yakni antara pekerja dan perusahaan," tutur Suwanto. (aru/Achmad Amru Muiz)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved