Berita Kediri

Bukan di Ende, Rumah Persada Soekarno Sebut Bung Karno Menggali Pancasila Pertama Kali di Kediri

Situs Rumah Persada Soekarno menyebut bahwa Soekarno menggali ide tentang Pancasila bukan di Ende, melainkan di Kediri. Ini bukti-bukti mereka.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Diskusi Kebangsaan Haul Bung Karno berlangsung di Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (20/6/2022) malam. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Situs Rumah Persada Sukarmo memeringati Haul Bung Karno ke-52 dengan menggelar doa lintas agama yang berlangsung mulai Senin (20/6/2022) malam hingga Selasa (21/6/2022) dini hari. 

Pada kegiatan ini juga berlangsung Diskusi Kebangsaan dengan tema kajian, “Ternyata Pancasila Mulai Digali dari Kediri, Bukan Ende”.

Peserta diskusi malahan ada yang meminta hasil diskusi untuk dibukukan. 

Kushartono, Ketua Harian Persada Sukarno yang menjadi nara sumber memaparkan  ada tujuh alasan menjadi dasar bahwa penggalian awal Pancasila adalah dari Kediri bukan di Ende, Nusa Tenggara Timur.

“Ada lima alasan. Pertama, tinjauan sejarah, kedua tempat sejarah, ketiga silsilah, keempat makna filosofi, kelima ilmu botani, keenam nama Pancasila, dan ketujuh kesaksian keluarga. Ini tujuh landasan berfikir kami,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pertama alasan fakta sejarah. Dipaparkan panjang lebar berdasarkan Pidato Soekarno 1 Juni 1945 jelas dikatakan Pancasila sudah mulai digali sejak tahun 1918 jauh sebelum Soekarno diasingkan di Ende.

Singkatnya Ende bukan tempat penggalian awal.  “Ini dipegang dulu sebagai pintu masuk,” jelas Kushartono.

"Kemudian timbul pertanyaan tahun 1918 itu Soekarno ada dimana? Secara umum diketahui pada masa itu Soekarno indekos di rumah Haji Cokroaminoto di Surabaya.  Kan jarang yang tahu bahwa pada waktu bersekolah di Surabaya itu saat liburan Soekarno muda sering pulang ke keluarga Ndalem Pojok di Kediri. Keterangan ini bisa dibaca di buku Trilogi Spiritualitas Soekarno karya Dian Sukarno” paparnya.

Dalam buku yang diberi pengantar oleh Guruh Soekarno ini juga diceritakan tentang kebiasaan Soekarno Muda merenung dibawah pohon Kepuh yang berada dibelakang rumah Ndalem Pojok.

“Jadi berdasarkan dua alasan,  pertama dokumen sejarah pidato Bung Karno 1 Juni 2022 yang mengisyaratkan soal waktu awal penggalian dan berdasarkan buku berjudul Trilogi Spiritualitas Soekarno yang menerangkan soal tempat, sudah cukup jelas dimana awal mula Soekarno menggali Pancasila,” terangnya.

Kemudian tinjauan silsilah berdasarkan dokumen silsilah keluarga dari jalur nenek naik keatas Soekarno adalah keturunan Sunan Kalijogo. 

“Fakta pohon Kepuh yang diceritakan dalam buku Trilogi Spiritualitas Soekarno posisinya pas berada di pinggir sungai aliran  mata air  lereng Gunung Kelud. Dan sekarang pohon itu dapat kita saksikan. Jadi menurut kami ini juga tambah memperkuat,” ujarnya.

Selanjutnya dari sisi makna filosofis pohon Kepuh. Puh, dalam bahasa Jawa berarti diperas, diproses, guna memperoleh sari pati. 

Sementara buah pohon kepuh namanya Pronojiwo. Dalam bahasa Jawa prono jiwo artinya jiwanya jiwa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved