Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Serahkan 500 Sertifikat Tanah Lewat Program PTSL

Pemkab Nganjuk dengan kembali menyerahkan 500 sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (kedua dari kiri) saat menyerahkan sertifikat tanah melalui program PTSL 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemkab Nganjuk dengan kembali menyerahkan 500 sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kerjasama Pemkab Nganjuk dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk serta Pemerintah Desa.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, melalui program PTSL tersebut, tanah milik masyarakat yang ada di Nganjuk bisa dibantu untuk mendapatkan sertifikat.

"Seperti yang kita laksanakan di Desa Ngrami Kecamatan Sukomoro ini. Dengan tanah sudah bersertifikat dapat untuk menghindari terjadinya sengketa tanah, kemudian memiliki kepastian hukum dan menambah nilai jual untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Marhaen Djumadi, Selasa (14/6t/2022).

Dikatakan Marhaen Djumadi, program PTSL menjadi wujud kehadiran Pemerintah Daerah dengan menjembatani masyarakat mendapatkan hak pengakuan atas kepemilikan tanah. Dan itu sekaligus dapat menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pemilik tanah.

Kata dia, program PTSL merupakan program tri juang yang melibatkan tiga lembaga pemerintah. Yakni Pemerintah Desa, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk dan Pemerintah Daerah. Artinya, kepala desa bersama Pemda bekerjasama dengan pihak BPN untuk mensertifikasikan tanah milik warga.

Untuk itu, harap Marhaen Djumadi, warga penerima sertifikat tanah program PTSL bisa memanfaatkan dengan baik. Diantaranya untuk mendapatkan pinjaman tambahan modal usaha yang dijalankan warga. Disamping itu, bila sertifikat tanah tidak dimanfaarkan harus disimpan dengan baik dan jangan sampai jatuh ke orang yang tidak bertanggung jawab.

"Yang pasti, dengan tanah sudah bersertifikat maka masyarakat bisa tenang dan terhindar dari sengketa tanah," tandas Marhaen Djumadi

Sementara Plt Kepala BPN Nganjuk, Roki Sumarto mengatakan, melalui program PTSL tersebut, BPN dapat membantu masyarakat untuk memiliki bukti yang kuat atas kepemilikan bidang tanah. Ini dikarenakan tanah merupakan aset atau sebuah harta karun yang harus dijaga dan dirawat dengan baik.

"Karena semakin tahun, nilai jual tanah semakin mahal. Oleh karena itu, aset yang berupa harta karun ini perlu dijaga dan di perkuat kepastian hukumnya dengan bukti sertifikat. Kami berpesan kepada masyarakat penerima agar di simpan dengan baik dan jangan sampai disalah gunakan," tutur Roki Sumarto.

Seperti diketahui, di Desa Ngrami Kecamatan Sukomoro sebanyak 1300 bidang tanah milik warga ikut dalam program PTSL. Pada tahap pertama sebanyak 362 sertifikat tanah sudah dibagikan kepada warga. Dan pada tahap kedua ada 500 sertifikat tanah yang diberikan kepada masyarakat Ngrami. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved