Selasa, 19 Mei 2026

Eril Meninggal Dunia

Tak Kenal Lelah Ridwan Kamil Setiap Hari Rela Berjalan Hingga 8 KM Agar Temukan Anaknya Eril

Diketahui selama masih di Swiss, Ridwan Kamil turut mencari beberadaan sang putra yang hilang terseret arus Sungai Aare.

Tayang:
Editor: faridmukarrom
Istimewa
Perjuangan Ridwan Kamil susuri sungai 

TRIBUNMATARAMAN.com - Ridwan Kamil bagikan ceritanya yang harus berjalan sejauh 8 KM untuk cari anaknya Eril.

Diketahui selama masih di Swiss, Ridwan Kamil turut mencari beberadaan sang putra yang hilang terseret arus Sungai Aare.

Hingga kini, proses pencarian tetap dilakukan meski Ridwan Kamil telah kembali ke Indonesia.


Ketika pengajian di rumah dinasnya, Ridwan Kamil menyampaikan perjalanannya menyusuri Sungai Aare, berharap segera bertemu putranya.

Ridwan Kamil berjalan kaki 5-8 Km menyusuri sungai Aare selama tujuh hari.

“Sesuai syariatnya kami berikhtiar, saya tiap hari selama 7 hari jalan kaki 5 Km, 8 Km menyusuri sungai itu, berharap segera bertemu.”

“Namun, standar hukum di negara itu 7 hari pencarian intensif, setelah itu pencarian rutin,” katanya, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV.

Meski pencarian belum membuahkan hasil, pihak keluarga sudah ikhlas atas takdir Eril.

Orang nomor satu di Jabar ini mengungkapkan, proses pencarian akan tetap dilakukan tanpa batas waktu. 

 “Tetapi secara syariat kami sudah ikhlas, kita melaksanakan apa yang kita laksanakan, melaksanakan sholat gaib, kalau ada takdir lain maka syariat akan mengikuti. Karena sholat gaib ini fardhu kifayah yang artinya adalah doa, mendoakan itu bisa oleh siapa saja,” jelas Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil.

“Jadi kesimpulannya, walaupun sudah melakukan berbagai upaya, proses ikhtiar pencarian Eril akan terus kami lakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya.  

Kang Emil pun berharap, doa akan terus mengalir dari masyarakat untuk kebaikan Eril.

“Makanya, harapan kami Bapak/Ibu bisa terus berdoa sampai takdirnya afdhal seperti yang kita harapkan,” ucapnya.

Dugaan Eril Alami Kram saat Berenang

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan putranya diduga alami kram saat berenang.

Sebab, suhu di Sungai Aare yang sangat berbeda dengan sungai di Indonesia.

"Sungai Aare itu sungainya beda dengan sungai di kita, kalau di kita sungai itu sumbernya mata air jadi sudah sedingin-dinginnya masih menghangat," ucapnya.

"Kalau di sana sungainya datang dari salju es yang cair. Jadi walaupun cuacanya biru dan panas, itu airnya seperti kulkas, kira-kira begitu," lanjut Ridwan Kamil.

Jadi, lanjut Ridwan Kamil, ketika kejadian pada Kamis (26/5/2022) lalu, Eril terduga ada kram.

“Fisiknya lebih tinggi dari saya, di usia yang lagi bagus badannya, hobinya berenang, punya lisensi menyelam, yang secara logika harusnya aman-aman,” jelasnya.

Meski demikian, Ridwan Kamil menegaskan, keluarga sudah ikhlas menghadapi musibah ini.

Sebagaimana diketahui, Eril mengalami musibah di Bern, Swiss pada Kamis (26/5/2022) waktu setempat.

Emmeril hilang terseret arus Sungai Aare saat berenang bersama keluarganya.

Saat ini, masih dalam pencarian Tim SAR.

Adapun sebagai informasi, Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja luar negeri ke Inggris, Italia, dan Vatikan.

Pada saat bersamaan, istri bersama kedua anaknya sedang berada di Swiss untuk mencari sekolah jenjang S2 bagi Emmeril atau Eril.

Ridwan Kamil Bangga dengan Anaknya yang Jadi Pahlawan

Ridwan Kamil bangga anaknya meninggal dalam keadaan syahid dan jadi pahlawan yang menolong ibunya. 

Diketahui jika Emmeril Kahn Mumtadz telah dinyatakan hilang selama hampir 2 minggu.

Keluarga besar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar pengajian harian untuk mendoakan putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz, Minggu (5/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut Ridwan Kamil membagikan cerita mengenai insiden yang menimpa Eril

Ia mengatakan, pada saat kejadian, Eril melakukan perlindungan kepada istrinya, Atalia Praratya.

Pada saat itu, Eril sempat melarang ibunya untuk ikut berenang bersamanya, karena pertimbangan kondisi sungai. 

"Saat persitiwa dia melakukan perlindungan kepada ibunya, dengan melarang ibunya ikut, dia mengetes dan lain sebagainya,"

 "Jadi sampai detik-detiknya pun jiwa menolongnya, menyertai akhlaknya," ucap Ridwan Kamil dalam keterangan pers, Selasa (7/6/2022), yang disiarkan di Kompas TV.

Lanjut Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menduga putra sulungnya terseret Sungai Aare, Bern, Swiss karena mengalami kram.

"Jadi pas kejadian anak kami itu terduga ada kram,"

"Fisiknya itu lebih tinggi dari saya di usia yang sedang bagus badannya, dia juga suka berenang dan punya lisensi menyelam pula, jadi menurut logika fisik harusnya aman saja," katanya.

Emil pun menjelaskan kondisi Sungai Aare yang berbeda dengan sungai Indonesia.

"Sungai Aare itu sungainya beda dengan sungai di kita, kalau di kita sungai itu sumbernya mata air jadi sudah sedingin-dinginnya masih menghangat,"

"Kalau di sana itu sungainya datang dari salju es yang cair. Jadi walaupun cuacanya biru dan panas, itu airnya seperti air kulkas, kira-kira begitu," ucapnya.

Ucapkan Terima Kasih Atas Doa dan Dukungan Moral

Atas isiden ini, Emil tetap menganggap hal ini sebagai takdir yang harus disikapi secara ikhlas.

Tak lupa ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat atas doa serta dorongan moral yang besar bagi keluarganya.

"Tentunya atas nama istri dan keluarga, kami menghaturkan beribu terima kasih dari hati kami yang paling dalam, mudah-mudahan Allah membalas ringannya langkah bapak ibu membalas berlipat-lipat doa yang ikhlas.

"Mudah-mudahan Allah juga menempatkan kita pada rumah Islam, umat terbaiknya," ucapnya dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/6/2022).

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved