Berita Kediri

Rumah Masa Kecil Bung Karno di Kediri Ungkap Misteri Kopiah Miring

Bung Karno selalu mengenakan kopiah miring. Alasannya terungkap di rumah masa kecilnya di desa Pojok, kecamatan Wates, Kabupaten Kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
ist
Kamar masa kecil Bung Karno di Ndalem Pojok, Kabupaten Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Bung Karno kecil saat masih bernama Koesno pernah tinggal di Dusun Krapyak, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. 

Rumah tempat masa kecil Bung Karno, oleh Guruh Sukarno Putra selaku Ketua Umum Yayasan Bung Karno saat ini diberi nama Rumah Persada Sukarno. 

Sebagai situs peninggalan Bung Karno, rumah yang dikenal sebagai Ndalem Pojok telah menjadi tujuan wisata sejarah bagi masyarakat. 

Di rumah Ndalem Pojok inilah dilakukan pergantian nama dari Koesno menjadi Soekarno. Pergantian nama dilakukan saat Bung Karno menjalani perawatan oleh tabib Den Mas Mendung. 

alasan bung karno memakai kopiah miring
Petilasan tempat bung Karno pernah terjatuh hingga melukai keningnya. Bekas luka itu coba ditutupi dengan cara memakai kopiah miring

Banyak kenangan yang diukir Bung Karno saat tinggal di Kediri.

Salah satunya misteri Kopiah Miring yang selalu dikenakan Bung Karno juga berkaitan dengan situs Ndalem Pojok.

Kopiah Miring dikenakan Bung Karno untuk menutupi bekas luka di keningnya akibat terjatuh saat memanjat pohon di halaman rumah Ndalem Pojok.

Rumah dengan arsitektur tempoe doeloe berbentuk Joglo Jawa saat ini telah menjadi jujugan untuk wisata sejarah, napak tilas masa kecil Bung Karno.

Sejauh ini kondisi rumah dan kamar yang pernah ditempati Bung Karno masih belum banyak tersentuh perbaikan atau renovasi. Kondisinya masih hampir sama saat ditempati Bung Karno.

Ada pula kisah pohon Kantil Asmara yang ada di halaman depan rumah. Namun sayang pohon Kantil bersejarah berusia ratusan tahun telah mati.

Saat ini pohon dengan diameter lingkaran satu meter telah diawetkan agar tidak sampai roboh. 

Pohon Kantil Asmara ini menjadi saksi bisu bagi Raden Soekemi ayahanda Bung Karno meminang Ida Ayu Nyoman Rai dari Bale Agung Buleleng Bali.

Kushartono, Ketua Harian Rumah Persada Sukarno kepada sejumlah tamu yang berkunjung menjelaskan, kondisi kamar yang pernah ditempati Bung Karno kondisinya masih tetap sama. "Kondisinya masih  sama dan tetap sederhana," jelasnya.

Dijelaskan, awalnya Bung Karno lahir dan tinggal di Jombang. Saat itu wilayah Jombang masih tergabung dengan wilayah Surabaya. Karena sakit, Bung Karno kemudian dibawa ke tabib Den Mas Mendung ke Ndalem Pojok.

Mengutip dari buku Cindy Adams, penulis sejarah Bung Karno, dalam salah satu pengakuannya Bung Karno mengaku sebagai orang Kediri. 

"Ini yang orang Kediri banyak yang tidak tahu. Buku Cindy Adams banyak diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Jerman, Arab, Perancis dan Italia," ungkapnya.

Kushartono juga menyampaikan setelah lulus sekolah Technische Hoogeschool (THS) Bandung, Bung Karno menyelesaikan tugas akhir dengan merancang membuat jembatan di salah satu kamar Ndalem Pojok.

"Bung Karno yang merancang Jembatan Sungai Kedak di Kediri," tambahnya.

Malahan setelah Bung Karno telah dilantik menjadi Presiden Pertama RI juga melakukan kunjungan kerja ke Kediri serta singgah di Ndalem Pojok tahun 1946. Kunjungan yang sama dilakukan saat bencana meletusnya Gunung Kelud.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved