Berita Nganjuk

Kasus PMK di Nganjuk Terus Naik, Pemkab Bentuk Gugus Tugas Untuk Pengendalian

"Kesimpulan dari langkah strategis itu yakni gerak cepat untuk menanggulangi PMK yang terus menyebar saat ini," ucap Marhaen Djumadi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
Amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi memberikan paparan strategis dalam upaya pengendalian wabah PMK dalam Rakor bersama Forpimda Kabupaten Nganjuk.  

TRIBUNMATARAMAN.COM I NGANJUK - Pemkab Nganjuk menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam percepatan penanganan panyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Hal itu dilakukan dalam upaya mengendalikan penyebaran wabah PMK di Kabupaten Nganjuk, sehingga hewan ternak untuk keperluan kurban dalam keadaan aman serta sehat, khususnya tidak terjangkit PMK.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, wabah PMK tersebut merupakan bencana non alam. Dan itu menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Nganjuk, setelah adanya wabah COVID-19. Ini dikarenakan penyebarann PMK yang sangat cepat  menyerang pada hewan ternak.

"Mari bersama- sama mewaspadai penyebaran PMK pada hewan ternak, apalagi sebentar lagi hari raya Idul Adha atau hari raya kurban," kata Marhaen Djumadi dalam rakor percepatan penanganan PMK di Kabupaten Nganjuk, Kamis (2/6/2022).

Untuk itu, dikatakan Marhaen Djumadi, pihaknya bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk berkolaborasi menyiapkan sejumlah strategi dalam mengendalikan penyebaran PMK di Kabupaten Nganjuk. Diantaranya dengan melakukan isolasi ternak sakit berbasis kandang, me-lockdown daerah tertular PMK berbasis desa atau kecamatan.

Kemudian, ungkap Marhaen Djumadi, langkah strategis lain yakni dengan melakukan pengobatan ternak sakit berbasis simplomatis, penutupan sementara pasar hewan, pembatasan lalu lintas ternak, pemberian desinfeksi kandang dan lingkungan serta penyiapan vaksin PMK.

"Kesimpulan dari langkah strategis itu yakni gerak cepat untuk menanggulangi PMK yang terus menyebar saat ini," ucap Marhaen Djumadi.

Selain itu, tambah Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk akan membentuk Gugus Tugas penanggulangan PMK, kemudian menyiapkan obat-obatan serta sarana pendukung pengendalian petugas lapangan, melakukan pendataan hewan rentan PMK berbasis desa serta menyiapkan paramedic (dokter) hewan.

“Hal itu sesuai dengan arahan dari Gubernur Jawa Timur," ujar Marhaen Djumadi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto menambahkan, PMK pada hewan ternak bisa disembuhkan dan tidak berbahaya. Dimana hewan yang terpapar PMK sebanyak 95 persen bisa disembuhkan dan tingkat kematian akibat PMK relatif kecil pada kisaran angka 5 persen.

Lebih lanjut dijelaskan Judi Ernanto, saat ini perkembangan PMK di Kabupaten Nganjuk mencapai 763 kasus. Dengan rincian 628 ekor sapi terjangkit PMK, 133 ekor diantaranya sembuh dan 2 ekor mati.

“Artinya tingkat perkembangan PMK di Kabupaten Nganjuk cukup tinggi, yakni 82 persen dan sembuh 17 persen, dengan demikian dibutuhkan langkah strategis untuk dapat mengendalikan wabah PMK tersebut," tutur Judi Ernanto.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved