Berita Nganjuk

TNI-Polri Terus Gencarkan Inspeksi Ketersediaan Minyak Goreng di Pasaran

Sidak tim Patroli Gabungan Polri-TNI ke sejumlah lokasi untuk memantau stok sminyak goreng terus dilakukan di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Salah satu toko sembako saat didatangi petugas gabungan Polri dan TNI dalam kegiatan pemantauan HET Migor curah dan ketersediaan Migor. (ist) 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Inspeksi mendadak (Sidak) tim Patroli Gabungan Polri-TNI ke sejumlah lokasi untuk memantau stok sembako khususnya minyak goreng terus dilakukan di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Kali ini giat Patroli gabungan dilakukan ke toko swalayan di wilayah Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk untuk melakukan pengecekan harga eceran tertinggi (HET) migor dan ketersediaan migor, khususnya minyak goreng curah.

Kapolsek Kertosono Polres Nganjuk, Kompol Pramono mengatakan, tim Satgas Pangan Polri dan TNI akan tindak lanjuti bila diketahui ada yang melakukan aksi borong migor, menyimpan migor, ataupun sengaja menimbun migor serta menjual migor curah diatas HET. Dan satgas Pangan Polri dan TNI akan terus awasi alur distribusi Migor.

"Kami berharap masyarakat Kecamatan Kertosono pada khususnya untuk tidak melakukan aksi borong migor dan kami imbau untuk toko swalayan  agar tidak melakukan penimbunan migor sehingga ketersediaan tidak menjadi langka di pasaran," kata Pramono didampingi Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Minggu (29/5/2022).

Sementara itu, kegiatan pemantauan dan monitoring ketersediaan stok minyak goreng curah di pasaran juga intensif dilakukan tim Gabungan Polri dan TNI di wilayah Kota Nganjuk. Kegiatan monitoring menyasar agen minyak goreng yang berada di wilayah Kecamatan Nganjuk intensif dilakukan.

Kapolsek Nganjuk Kota Polres Nganjuk, Kompol Burhanudin menjelaskan, langkah yang dilakukan tersebut sebagai salah satu upaya Polsek Nganjuk Kota untuk mencegah terjadinya penimbunan minyak goreng setelah Presiden RI, Joko Widodo  resmi mencabut larangan ekspor produk minyak kelapa sawit.

"Kegiatan monitoring juga untuk memastikan ketersediaan minyak goreng curah di beberapa agen sekaligus untuk mencegah terjadinya penimbunan yang menyebabkan kelangkaan di pasaran," kata Burhanudin.

Dan bisa dipastikan, ungkap Burhanudin, kebutuhan minyak goreng di Wilayah Kecamatan Nganjuk tercukupi. Dimana berdasarkan monitoring harga jual minyak goreng curah di pasaran rata–rata Rp 15.000 per kilogram. Pedagang juga menjual minyak goreng curah sesuai HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Meski demikian, tambah Burhanudin, pihaknya mengingatkan kepada para agen atau distributor minyak goreng agar jangan bermain-main dengan pasokan minyak goreng.

"Dirinya berjanji tidak akan segan-segan menindak kepada masyarakat atau agen nakal yang bermain-main dengan pasokan minyak goreng atau melakukan penimbunan," tutur Burhanudin. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved