Waspada Hepatitis Misterius

Kemenkes Temukan 14 Kasus Hepatitis Akut Misterius se-Indonesia, Begini Respon Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya melakukan sejumlah upaya mengantisipasi hepatitis akut di Kota Pahlawan. Di antaranya dengan memasifkan sosialisasi di sekolah-sekolah

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/bobby c koloway
Pemkot Surabaya melakukan sosialisasi ke sekolah untuk mengantisipasi hepatitis akut. 

Reporter: Bobby C Koloway

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Pemkot Surabaya melakukan sejumlah upaya mengantisipasi hepatitis akut di Kota Pahlawan. Di antaranya dengan memasifkan sosialisasi di sejumlah sekolah.

Apalagi, saat ini kasus hepatitis akut sudah ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia. Hingga Minggu (22/5/2022), terdapat 14 dugaan kasus hepatitis akut misterius di Indonesia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya telah mengumpulkan seluruh tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas. Mereka akan membantu melakukan sosialisasi pencegahan virus Hepatitis akut kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Mulai minggu kemarin kita sudah turun dan bergerak ke semua wilayah. Kami juga bersinergi bersama Bunda Paud, Dispendik, dan Kemenag Kota Surabaya,” kata Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: RSUD Trenggalek Siapkan Berbagai Fasilitas Antisipasi Hepatitis Akut Misterius

Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak. Nanik menjelaskan terdapat beberapa gejala awal penyakit ini seperti mual, muntah, diare berat, dan demam ringan.

Dari gejala awal tersebut, orang tua diharapkan bisa langsung membawa anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan (fanyaskes) terdekat sebelum mengalami menjadi gejala lanjut.

“Gejala lanjut ini ditandai dengan air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, kesadaran menurun, gangguan pembekuan darah, dan kejang,” ujarnya.

Sebagai bentuk antisipasi, terdapat dua cara dalam mencegah anak-anak terhindar dari Hepatitis akut. Yakni, melalui saluran cerna dan saluran napas.

Untuk saluran cerna, anak-anak diharapkan rutin mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian menggunakan alat makan dengan orang lain, menghindari kontak dengan orang sakit, dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan.

Sedangkan pada saluran napas, anak-anak diharapkan mengurangi mobilitas, selalu menggunakan masker jika berpergian, menjaga jarak dengan orang lain, dan menghindari keramaian atau kerumunan.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada mengenali gejala awal Hepatitis akut dengan tidak panik dan segera membawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan. Jangan sampai menunggu gejala lanjutan muncul,” katanya.

Sosialisasi di antaranya juga menyasar sektor Pendidikan. Bunda Paud Kota Surabaya Rini Indriyani bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar sosialisasi di lingkungan pendidikan. Mulai dari Paud, TK, SD, SMP hingga Pondok Pesantren (Ponpes).

Di antaranya, dengan menyasar Paud Teratai Kebonsari, TK Perwanida Karah, SDN Karah 1, SMP Negeri 21, hingga Ponpes Al Fitrah di kawasan Tanah Kali Kedinding Kota Surabaya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved