Berita Nganjuk

Pemasok Sabu-sabu ke Nganjuk Asal Jaringan Kediri Dibekuk Satresnarkoba

Dituduh menjadi pengedar dan pemasok sabu ke wilayah Nganjuk, AP (30) warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri diamankan anggota Polres Nganjuk

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Dituduh menjadi pengedar dan pemasok sabu ke wilayah Nganjuk, AP (30) warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri diamankan tim opsnal Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti paket sabu dalam plastik seberat 0,46 gram serta lainnya.

Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk, AKP Joko Santoso menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka AP berdasar keterangan dua tersangka pengguna dan pengedar narkotika jenis sabu sebelumnya. Dimana disebutkan tersangka AP merupakan pemasok sabu di wilayah Nganjuk.

"Tersangka ini merupakan jaringan pengedar sabu di Kediri, dan tersangka yang diduga sebagai pemasok sabu ke Nganjuk," kata Joko Santoso didampingi Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Selasa (17/5/2022).

Dijelaskan Joko Santoso, sebelumnya pihaknya telah mengamankan dua orang tersangka pengguna dan pengedar narkotika jenis sabu di salah satu kamar kos-kosan di Desa Bagorwetan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Dari keterngan dua tersangka tersebut dilakukan pengembangan dan penyelidikan tim opsnal Satresnarkoba.

Dimana, ungkap Joko Santoso, tim Opsnal sebelumnya telah mengamankan dua tersangka pemasok sabu dari jaringan wilayah Kediri. Selanjutnya dari keterangan dua tersangka pemasok sabu tersebut diketahui tersangka lain yakni AP yang juga termasuk jaringan pemasok sabu ke wilayah Nganjuk.

Tersangka AP sendiri, menurut Joko Santoso, diamankan di wilayah Pagu Kediri. Dan saat dilakukan penggerebekan tersebut dari tangak tersangka AP diamankan barang bukti paket sabu dan barang bukti lain dari peredaran sabu-sabu.

"Tersangka AP dengan barang bukti yang diamankan tim Opsnal Satresnarkoba tidak dapat mengelak dari tuduhan. Dan tersangka terancam dijerat dengan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ujar Joko Santoso.

Saat ini, tambah Joko Santoso, kasus peredaran narkotika jenis sabu tersebut masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar narkotika jenis sabu lainya ke wilayah Nganjuk.

"Dan kami tetap mengharapkan masyarakat memberikan informasi kepada kami melalui program 'Wayahe Lapor Kapolres" apabila mengetahui adanya transaksi narkoba di lingkunganya," tutur Joko Santoso. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved