Berita Trenggalek

Dulu Sungainya Penuh Sampah, Desa Wisata Pandean Trenggalek Kini Jadi Salah Satu yang Terbaik

Desa Pandean di Trenggalek masuk dalam 50 desa wisata terbaik se-Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
ist
Desa Wisata Pandean di Trenggalek. 

Dari sana, mereka bekerja sama dengan pihak desa untuk membentuk peraturan desa soal penjagaan lingkungan, utamanya di sungai.

Selain itu, mereka juga berinisiatif untuk memanfaatkan sungai yang telah bersih untuk tempat wisata.

"Karena aliran Sungai Konang yang melintas di sini cukup eksotis. Ada air terjunnya juga. Jadi mengapa tidak sekaligus tidak dimanfaatkan untuk desa wisata," lanjut dia.

Rencana itu selaras dengan program Pemkab Trenggalek yang berencana membentuk 100 desa wisata dalam 3 tahun.

Desa Wisata Pandean masuk dalam salah satu desa binaan angkatan pertama pada 2021.

Dari sana, Pokdarwis Arum Dewi Pulosari mulai unjuk gigi. Mereka belajar berbagai yang sebelumnya tak mereka pahami.

Seperti soal cara pengelolaan tempat wisata, manajemennya, dan penyajiannya agar memikat orang datang.

Salah satu, mereka menyajikan fasilitas utama river tubing di Sungai Konang dengan rute antara 350-600 meter.

"Sampai saat ini, sudah ada lebih dari seribu orang berwisata di Desa Wisata Pandean. Banyak yang dari Trenggalek, tapi juga banyak yang dari luar kota dan luar pulau," sambung Ririn.

Selain river tubing, Desa Wisata Pandean juga menyajikan pertunjukan budaya lokal seperti kotekan lesung dan terbang ulo.

"Kotekan lesung kami tampilkan untuk menyambut para wisatawan yang datang. Kotekan lesung ini dilakukan oleh para lansia yang usianya di atas 60 tahun," sambung wanita yang juga kepala sekolah taman kanak-kanak itu.

Sementara terbang ulo ditampilkan saat para wisatawan beristirahat seusai bermain river tubing.

Ririn mengatakan, merintis desa wisata tak gampang. Ia mengaku sudah "kenyang" cemoohan orang ketika awal mula membentuk desa wisata.

Tapi Ririn tak mau ambil pusing. Cita-citanya sekadar ingin membangun desa.

"Kini saya tak harus membuktikan apa-apa. Capaian-capaian kami sebagai desa wisata yang tergolong baru ini yang membuktikan," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved