Selasa, 5 Mei 2026

Berita Kediri

Tasyakuran Hari Kartini dan Sosialisasi Stop Politik Uang Pemilu 2024

untuk mendorong suasana yang kondusif, sejuk dan penuh rasa persaudaraan  perlu dimulai dengan dihilangkan permainan politik uang.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Didik Mashudi
Rumah Persada Sukarno tempat mas kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI- Rumah Persada Sukarno bersama tokoh lintas agama yang tergabung dalam Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia akan menggelar doa bersama untuk keselamatan dan kejayaan bangsa dan NKRI menyongsong Pemilu 2024.

Doa bersama dilaksanakan dalam tasyakuran Hari Kartini 2022 di Rumah Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri  21 April 2022. Kegiatan ini mengusung tema

“Doa Bersama Hari Kartini Songsong Pemilu 2024 dengan Taubat Nasional Stop Politik Uang”.

Kushartono, Ketua Harian Rumah Persada Sukarno Kediri berharap kegiatan doa bersama berspirit RA Kartini untuk bangsa dan NKRI mendapat dukungan dari berbagai kalangan baik masyarakat maupun pemerintah.

Diharapkan acara berjalan selamat dan sukses, mendapat respons positif dari masyarakat juga pemerintah.

Kami tidak ada niat lain-lain, kami tulus demi kebaikan bangsa dan NKRI, mencontoh spirit RA Kartini. 

"Tujuannya kita berdoa semoga Pemilu 2024 berjalan sukses, tidak ada saling bermusuhan, tidak ada saling benci-membenci walau pasti ada beda pilihan. Silahkan berbeda tetapi perlu mengejek atau menjelek-jelekkan. Mari saling menghormati dan menghargai perbedaan,” ungkap Kushartono, Senin (18/4/2022).

Dikatakan, untuk mendorong suasana yang kondusif, sejuk dan penuh rasa persaudaraan  perlu dimulai dengan dihilangkan permainan politik uang. Dengan hilangnya politik uang otomatis akan melahirkan para pemimpin dan wakil rakyat yang baik. 

“Selama ini kita sama-sama merasakan bagaimana dampak negatif politik uang. Memang seakan-akan nikmat tapi dibelakang adalah adab. Sebab jika keyakinan Ketuhanan Yang Maha Esa, bergeser menjadi keuangan yang maha kuasa. Ini sangat berbahaya, kalau hal ini diterus-teruskan pasti ancur NKRI ini, pasti,” tegasnya. 

Dengan ikhtiyar dan doa bersama lintas agama diharapkan bisa menurunkan Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, turunnya pertolongan Allah Yang Maha Kuasa inilah kunci sukses mengubah Indonesia. 

“Kita sadar menghilangkan politik uang  tidak mudah. Sebab seolah-olah sudah membudaya, sudah mengakar. Kadang-kadang masyarakat sendiri, kalau tidak ada money ya tidak mau memilih, ini kan repot. Jadi kiranya semua ada salah, mari bertaubat saling koreksi diri tidak perlu saling menyalahkan. Kita berani memulai, disinilah kita insaf perlunya doa bersama memohon pertolongan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa," ungkapnya.

Ismu Syamsuddin, Sekjen DPP PCTA Indonesia, menjelaskan, rencananya rangkaian acara tasyakuran Hari Kartini 2022 selain doa bersama juga ada santunan anak yatim, fakir miskin, pentas musik, drama treatikal, selamatan dan diskusi kebangsaan.

Rencananya setelah sukses di Kediri gerakan dan sosialisasi Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia yang dimulai dengan gerakan penyadaran stop politik uang akan digerakkan di seluruh Indonesia.

“Kita akan faktakan Taubat Nasional Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia di seluruh Indonesia, sebab ini amanat Munas ke-2 Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan,” jelasnya.(didik mashudi)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved