Berita Nganjuk

Polisi Tangkap Pria Terduga Penimbun Solar Bersubsidi di Nganjuk, Satu Ton Solar Disita

Polisi menangkap pria yang diduga menimbun solar bersubsidi di Nganjuk dan menyita 1 ton solar

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
Barang bukti drum berisi soslar bersubsidi beserta mobil pick up yang digunakan untuk operasional tersangka penimbun BBM bersubsidi yang diamankan di Mapolres Nganjuk.    

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Dituduh menimbun BBM solar bersubsidi, RZ (40) Warga Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diamankan Satreskrim Polres Nganjuk.

Sebagai barang bukti, polisi menyita 1 ton solar, dua unit mobil pikap, dua buku catatan distribusi, struk distribusi, serta 12 drum solar dengan kapasitas masing-masing 60 liter, tujuh drum kosong, serta 6 drum isi solar dengan kapasitas 60 liter. 

Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, penindakan terhadap praktek dugaan penimbunan BBM solar bersubsidi tersebut sebagai bukti keseriusan pihaknya dalam mengawasi ketersediaan stok minyak goreng maupun BBM.

Selama beberapa waktu terakhir, dikatakan I Gusti Agung Pratama, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengawasi stok minyak goreng maupun BBM agar jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga telah mengingatkan terkait tindakan tegas terhadap siapa saja yang terbukti  mencari keuntungan pribadi dengan menimbun stok bahan pokok maupun BBM.

"Ini dikarenakan ketersediaan bahan pokok dan BBM menjadi salah satu fokus kami, khususnya di saat masyarakat tengah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Sebagaimana disampaikan sebelumnya oleh Bapak Kapolres Nganjuk, kami tidak akan memberi toleransi kepada siapapun yang mencoba menimbulkan suasana tidak kondusif di Kabupaten Nganjuk," kata I Gusti Agung Ananta Pratama melalui Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Selasa (12/4/2022).

Lebih lanjut diungkapkan I Gusti Agung Ananta, langkah penindakan terhadap pelaku dugaan penimbunan BBM jenis solar bersubsidi tersebut diawali dari laporan masyarakat melalui program Wayahe Lapor Kapolres.

Informasi yang masuk tersebut langsung direson dengan penyelidikan di lapangan hingga terbukti kebenaran dari informasi adanya dugaan penimbunan BBM jenis solar bersubsidi.

"Dan terduka pelaku berhasil kami amankan di rumahnya beserta semua barang bukti praktek penimbunan BBM jenis solar bersubsidi,” ucap I Gusti Agung Ananta.

Dalam pemeriksaan, ungkap I Gusti Agung Ananta, RZ mengaku kalau solar tersebut didapat dari beberapa SPBU di wilayah Nganjuk. Selanjutnya BBM solar bersubsidi tersebut dijual kembali dengan selisih harga kepada siapa saja yang membutuhkan.

"Dari selisih harga tersebut pelaku mendapatkan keuntungan dari menjual BBM jenis solar bersubsidi tersebut, untuk berapa keuntungan yang didapatnya saat ini masih terus kami dalami dari keterangan pelaku tersebut," tandas I Gusti Agung Ananta.

Disamping itu, tambah I Gusti Agung Ananta, hingga saat ini timnya juga masih terus memeriksa tersangka RZ untuk mendalami keterlibatan oknum lainnya. Dan tersangka sendiri terancam dijerat pasal 55 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau pasal 53 Jo Pasal 23 UURI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan atau Pasal 55 KUHP.

"Tersangka dugaan penimbunan BBM jenis solar bersubsidi tersebut terancam hukuman hingga enam tahun penjara," tutur I Gusti Agung Ananta Pratama. (aru/Achmad Amru Muiz)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved