Penarikan Coklat Kinder Joy

Dikhawatirkan Mengandung Bakteri Salmonella, BPOM Hentikan Peredaran Coklat Kinder Joy Sementara

BPOM RI untuk sementara melarang penjualan produk cokelat Kinder Joy sampai mereka yakin produk tersebut tak mengandung bakteri Salmonella.

Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
ist
Cokelat Kinder Joy yang beredar di Indonesia. 

TRIBUNMATARAMAN.com | JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk sementara melarang penjualan produk cokelat Kinder Joy.

Penghentian ini dilakukan hingga Kinder Joy tersebut dipastikan tak mengandung cemaran bakteri Salmonella.

Bakteri Salmonella adalah bakteri yang dapat menginfeksi usus apabila masuk ke dalam saluran perncernaan.

Baca juga: Dinkes Tulungagung Minta Toko Tidak Memajang Cokelat Kinder Joy

Akibatnya, bisa menyebabkan diare, mual dan muntah, demam dan menggigil, keram perut, serta sakit kepala.

Penghentian sementara ini bermula dari peringatan yang dikeluarkan oleh Food Standard Agency (FSA) Inggris.

Dikutip dari Kompas.com, Lembaga standardisasi makanan Inggris itu menerbitkan peringatan kepada publik mengenai penarikan secara sukarela produk cokelat Kinder Surprise pada 2 April 2022.

Penarikan dilakukan karena produk Kinder Surprise diduga terkontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid).

Akibat kontaminasi Salmonella ini, produk Kinder diduga menimbulkan gejala ringan, seperti diare, demam dan kram perut pada 63 anak, meski tak sampai menyebabkan kematian.

Adapun produk yang diduga penyebabnya, yakni produk cokelat Kinder Surprise kemasan tunggal 20 gram dan kemasan isi 3 masing-masing 20 gram.

Produk tersebut memiliki tanggal kadaluwarsa sampai 7 Oktober 2022.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved