Ibadah Haji

CJH Asal Bangkalan Sujud Syukur Setelah Arab Saudi Kembali Membuka Pelaksanaan Ibadah Haji

Dibukanya kembali kesempatan ibadah haji oleh pemerintah Arab Saudi, membuat calon jamaah haji sujud syukur. Salah satunya warga Bangkalan ini

Editor: eben haezer
Ist/grid
Ilustrasi ibadah haji 

Reporter: Ahmad Faisol

TRIBUNMATARAMAN.com | BANGKALAN - Setelah dibatasi selama dua tahun karena pandemi Covid-19, Kerajaan Arab Saudi mengumumkan telah kembali mengizinkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini melalui Surat Menteri Haji dan Umroh, Sabtu (9/4/2022). 

Kabar tersebut begitu cepat menyeruak di kalangan masyarakat luas, termasuk diterima H A Fauzan Elbas (55), warga Desa/Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan yang saat ini tengah berada di Masjid Nabawi, Madinah, Minggu (10/4/2022).

“Iya saya mendengar, terkait 1 juta jemaah haji itu kan. Saya kebetulan sekarang ada di Madinah, sedang melaksanakan ibadah umrah,” ungkapnya kepada Surya melalui sambungan seluler.

Baca juga: Arab Saudi Akan Buka Kuota 1 Juta Jamaah Haji, Kemenag Jatim: Diprioritaskan Usia 65 Tahun Kebawah

Fauzan Elbas mendaftar sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) pada tahun 2011 silam. Ia tercatat sebagai salah satu dari ratusan CJH Kabupaten Bangkalan yang tertunda keberangkatannya setelah Kerajaan Arab Saudi menerapkan pembatasan terkait pelaksanaan ibadah haji sejak 2020 karena pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, situasi dan kondisi Covid-19 di Madinah saat ini memang sudah mulai berlalu bahkan sebagian besar masyarakat Madinah sudah tidak lagi menggunakan masker. Bahkan semua lokasi di Madinah juga sudah tidak lagi menggunakan Aplikasi Tawakkalna atau Aplikasi PeduliLindungi di Indonesia.

Tawakkalna adalah aplikasi resmi pelacakan kontak Saudi yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI. Aplikasi ini digunakan untuk memverifikasi atau memberikan bukti status vaksinasi individu dan menunjukkan status infeksi.

“Kabar ibadah haji kembali dibuka, saya merasa sangat bersyukur dan sangat bahagia sekali Mas. Mungkin sama dengan apa yang dirasakan oleh Umat Islam secara keseluruhan. InsyaAllah Kamis (14/4/2022) saya pindah ke Mekah,” pungkasnya.

Sementara Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan, Wafir mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu surat edaran resmi dari Arab Saudi.

“Betul, saya mendengar kabar gembira itu kemarin melalui media-media pemberitaan. Namun berapa pembagian kuota untuk Indonesia dari Arab Saudi kan belum, per provinsi berapa, Kabupaten Bangkalan dapat jatah berapa?,” ungkap Wafir. 

Ia menambahkan, Kantor Kemenag di daerah-daerah termasuk di Kabupaten Bangkalan hanya sebatas pelaksana teknis. Sedangkan kebijakan penentu siapa nama-nama yang akan berangkat di-breakdown dari Kemenag RI melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). 

“Kami akan mengikuti semua regulasi yang akan diterbitkan oleh Kemenag RI. Setelah nama-nama sudah keluar. langsung kami genjot karena waktunya memang mepet. Untuk pelaksanaan teknis seperti kelengkapan dokumen dan tes kesehatan sudah kami lakukan sejak dua tahun yang lalu,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved