Berita Ponorogo

Bupati Ponorogo Nelongso Menteri Nadiem Tak Daftarkan Reog ke UNESCO, Minta Kaji Ulang Keputusannya

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko minta Menteri Nadiem Makarim kaji ulang keputusan soal tak daftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO

Editor: faridmukarrom
Sofyan Arif Candra
Ratusan Seniman Reog Ponorogo Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Komplek Kantor Pemkab Ponorogo, Jalan Alun-alun Utara, Kamis (7/4/2022) malam. 

Laporan Wartawan Sofyan Arif Candra

TRIBUNMATARAMAN.COM | PONOROGO - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko minta Menteri Nadiem Makarim kaji ulang keputusan soal tak daftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO.

Padahal menurut Sugiri, saat ini pengakuan Reog sebagai budaya milik Ponorogo sangat dibutuhkan mengingat Malaysia juga tengah berupaya mengklaim Reog melalui UNESCO sebagai budaya milik negaranya.

 

"Reog Ponorogo mendapatkan urutan yang kedua, jadi yang diutamakan oleh Kemendikbud (untuk diusulkan ke UNESCO) adalah jamu," kata Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, Jumat (8/4/2022).

 

"Kami tidak kecewa, tapi 'nelongso'. Reog ini usulan dari rakyat kecil, sudah membahana membumi sejak kami belum lahir sudah ada, tapi dikalahkan korporasi jamu," lanjutnya

Kang Giri menegaskan, pihaknya tidak memandang jamu sebagai usulan yang tidak baik, namun dalam situasi Pandemi Covid-19 seperti saat ini, Reog Ponorogo terancam punah.

Adanya pembatasan kegiatan masyarakat selama Pandemi Covid-19 membuat seniman Reog tidak bisa manggung menampilkan budayanya.

Ratusan Seniman Reog Ponorogo Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Komplek Kantor Pemkab Ponorogo, Jalan Alun-alun Utara, Kamis (7/4/2022) malam.
Ratusan Seniman Reog Ponorogo Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Komplek Kantor Pemkab Ponorogo, Jalan Alun-alun Utara, Kamis (7/4/2022) malam. (Sofyan Arif Candra)

"Turunan dari Reog ini banyak, di sektor ekonomi, ada pengrajin, seniman, bakul UMKM. Ketika reog manggung mereka bergantung di sana," terang Kang Giri.

Baca juga: Bupati Ponorogo Kecewa Berat Mendikbud Nadiem Tak Daftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO

Di tengah sulitnya manggung karena Pandemi Covid-19, Malaysia mencoba untuk mengklaim Reog Ponorogo adalah budaya miliknya.

Baca juga: Ratusan Seniman di Ponorogo Tuntut Presiden Jokowi Segera Daftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO

Dengan berbagai pertimbangan yang mendesak tersebut, Kang Giri memohon kepada pemerintah pusat terutama Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk mengkaji ulang rencana usulan Warisan Budaya TakBenda ke UNESCO.

 

"Sebagai bupati, mewakili komunitas kami memohon kebijaksanaan mas menteri (Nadiem Makarim) berpikir ulang bahwa reog yang dicintai, merupakan karya adi luhung, karya bangsa asli wong cilik, sehingga jika disandingkan dengan korporasi kami tidak rela," tegasnya.

Sementara itu, para seniman Reog Ponorogo juga mengaku kaget dengan keputusan

Mendikbudristek yang lebih memilih mengusulkan Jamu ke UNESCO di tengah

maraknya klaim seni Reog oleh pemerintah Malaysia. 

“Kami terus terang kaget dengan keputusan Mendikbudristek yang mengabaikan suara wong cilik. Kami selama pandemi covid-19 merasakan betul kesulitan itu. Paraseniman menjerit karena kesulitan melakukan pentas," ujar salah satu tokoh seniman Reog Ponorogo, Hari Purnomo 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved