Berita Tulungagung
Amankan Stok Minyak Goreng, Disperindag Tulungagung Gelontorkan 8 Ribu Kilo ke Pedagang Pasar
Untuk mengamankan stok minyak goreng selama Ramadhan Disperindag Tulungagung menggelontor 8 ribu liter minyak goreng curah kepada para pedagang pasar.
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung menyalurkan minyak goreng curah kepada para pedagang, Kamis (7/4/2022).
Penyaluran minyak goreng bagian dari upaya menjaga stok di pasar.
Sebab dalam beberapa hari ini minyak goreng sulit didapat di wilayah Kabupaten Tulungagung.
"Kami lakukan pendistribusian minyak goreng curah, untuk memperbanyak stok di pasar," terang Kepala Disperindag Tulungagung, Tri Hariyadi.
Total minyak goreng curah yang disalurkan mencapai 8.000 kilogram.
Minyak ini diperuntukkan para pedagang di 32 pasar tradisional, serta 16 koordinator pasar.
Harga beli dipatok adalah Rp 14.384 per kilogram dan wajib dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.500 per kilogram.
"Pembagiannya proporsional sesuai permohonan setiap pasar," sambung Tri.
Sebelumnya Disperindag Tulungagung telah melakukan 7 kali pendistribusian minyak goreng.
Dua di antaranya kepada para pedagang pasar, lima sisanya langsung kepada masyarakat pengguna.
Selanjutnya Disperindag akan memantau kondisi pasar, untuk memastikan ketersediaan minyak goreng.
"Jika masih kurang kami upayakan lagi pasokan langsung dari distributor," ujar Tri.
Selama ini Disperindag menggandeng satu distributor minyak goreng dari Surabaya.
Selain itu ada dua agen yang menjual minyak goreng di wilayah Kabupaten Tulungagung, yaitu Toko sahabat dan Toko Mulya Jaya.
Disperindag juga akan memantau pelaksanaan HET di setiap pasar.
Pedagang yang menjual minyak di atas harga HET akan diperingatkan.
Jika masih membandel maka pedagang tersebut akan disanksi, tidak boleh menjual minyak domestic market obligation (DMO).
"Kalau ada yang jual di atas HET, ditelusuri dulu apakah benar minyak itu produk subsidi atau bukan," tegas Tri.
Diakuinya, selama ini banyak minyak curah dijual di atas HET, hingga Rp 22.000.
Namun setelah ditelusuri minyak goreng itu berasal dari luar wilayah Tulungagung.
Kebutuhan minyak goreng di Tulungagung sekitar 30.000 liter per hari.
Memasuki Ramadhan kebutuhan ini meningkat 5 persen. (David Yohanes)