Jumat, 24 April 2026

Tanah Longsor di Muharto Malang

Danrem Baladhika Jaya Tinjau Tanah Longsor di Muharto Malang, Ingatkan Warga Bantaran Sungai Waspada

Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo meminta warga bantaran sungai di Muharto Malang waspadai potensi bencana tanah longsor

Editor: eben haezer
suryamalang/kukuh kurniawan
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo (memakai masker putih) saat meninjau lokasi rumah ambrol yang terjadi di Jalan Muharto Gang V/B RT 05 RW 06 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, 

Reporter : Kukuh Kurniawan

TRIBUNMATARAMAN.com | MALANG - Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo meninjau lokasi longsor yang menyebabkan 6 rumah hanyut ke sungai Brantas di Jl Muharto gang V, kecamatan Kedungkandang, kota Malang, Rabu (6/4/2022).

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Danrem melihat langsung kondisi rumah yang mengalami ambrol. Hal itu dilakukan untuk mengecek sejauh mana dampak dari kejadian tersebut.

Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo mengatakan, bahwa kejadian tersebut harus segera dicari solusinya. Sehingga, untuk ke depannya tidak terulang kembali.

Baca juga: Enam Rumah Hanyut di Sungai Brantas Malang, Warga yang Selamat: Kami Tinggal Menunggu Waktu

"Ini harus segera dicari solusi untuk penanganannya. Sehingga, saat musim hujan tiba, kejadian ini tidak terjadi kembali," ujarnya, Rabu (6/4/2022).

Dalam kunjungannya itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat bantaran sungai. Untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana alam yang terjadi.

"Kami mengimbau kepada Ketua RT maupun Ketua RW, untuk mensosialisasikan dan menyampaikan kepada warganya agar tidak mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai. Karena di sepanjang bantaran sungai, berbahaya saat musim hujan serta rawan longsor," bebernya.

Sementara itu, Danramil 0833/02 Kedungkandang, Kapten Cba Solekhan mengungkapkan, bahwa kejadian itu merupakan musibah yang harus menjadi atensi seluruh pihak.

"Kejadian ini harus menjadi perhatian seluruh pihak. Dan semoga warga yang terdampak rumah longsor tersebut, bisa segera mendapatkan solusi. Agar kedepannya dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor di Kota Malang menyebabkan enam rumah di RT 5 RW 6 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hanyut terbawa aliran air sungai Brantas.

Kejadian yang terjadi pada Selasa (5/4/2022) siang kemarin itu, merupakan kejadian tanah longsor yang kedua, setelah sebelumnya terjadi pada Desember 2021 kemarin.

Subandi, warga sekitar menyampaikan, bahwa tanda-tanda tanah longsor ini sudah dirasakan oleh warga, tepat seminggu sebelum kejadian.

Hal itu ditandai dengan adanya keretakan di tembok rumah warga yang menjadi tanda, agar dapat melakukan antisipasi sejak dini.

"Di hari keempat sebelum kejadian itu, kami bersama warga yang rumahnya terdampak sudah mulai mengevakuasi barang berharga. Karena ditakutkan terjadi longsor," ucapnya, Rabu (6/4/2022).

Meski bencana tanah longsor itu terjadi, setidaknya, warga yang tinggal di enam rumah tersebut bisa menyelamatkan diri.

Para korban yang terdampak tanah longsor itu kini mengungsi ke rumah sanak sodara, 

Sedangkan rumah Subandi masih bisa selamat, meski terletak tepat bersebelahan di rumah yang terdampak longsor.

"Saya bersyukur, rumah saya masih aman. Tapi ini juga ada kekhawatiran, karena air terus mengikis tanah di bagian bawah," tandasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved