Berita Nganjuk

Sudah Dipenjara Karena Narkoba, Anggota DPRD Nganjuk Masih Terima Gaji Pokok

Anggota DPRD Nganjuk yang telah divonis penjara karena narkoba masih menerima gaji pokok sebagai anggota DPRD. Kok bisa?

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman/achmad amru muiz
Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Seorang anggota DPRD Nganjuk yang telah dipenjara karena narkoba, sampai kini masih menerima gaji sebagai anggota DPRD. 

Pasalnya, proses PAW (Pergantian Antar Waktu) terhadap anggota DPRD berinisial MIK tersebut masih belum bisa dilakukan. Sehingga, sampai saat ini anggota DPRD bermasalah tersebut masih tercatat sebagai anggota dewan.  

DPRD Kabupaten Nganjuk masih menunggu proses verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam melaksanakan PAW. 

Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, pihaknya sudah menerima 5 surat dari partai tempat bernaungnya anggota DPRD bermasalah tersebut. 

Lima surat itu terdiri dari surat pemberhentian anggota DPRD yang berkasus narkoba, pemberhentian ketua parpol, pergantian pengurus parpol, permohonan PAW, dan usulan calon pengganti anggota DPRD.

"Kelima surat tersebut sudah langsung kami kirimkan semuanya ke KPU, tinggal sekarang ini kami menunggu hasil verifikasi dan validasi untuk bisa dilakukan PAW sesuai aturan yang berlaku," kata Tatit Heru Tjahjono, Senin (4/4/2022).

Dikatakan Tatit Heru Tjahjono, untuk satu anggota DPRD Nganjuk yang terlibat kasus Narkoba dan telah divonis 10 bulan penjara di Pengadilan Negeri Nganjuk tersebut saat ini statusnya diberhentikan sementara.

Pemberhentian sementara tersebut telah disetujui Gubernur Jawa Timur.

"Dengan demikian, yang bersangkutan dengan adanya pemberhentian sementara itu sesuai aturan masih mendapatkan gaji pokoknya saja," tandas Tatit Heru Tjahjono.

Selain itu, ungkap Tatit Heru Tjahjono, anggota DPRD yang terjerat kasus Narkoba tersebut hingga kini namanya masih tercantum di Komisi 2 DPRD Kabupaten Nganjuk. Ini dikarenakan sebelum ada PAW maka nama anggota tersebut belum bisa dihilangkan dari anggota Komisi.

Memang, diakui Tatit Heru Tjahjono, kasus yang menjerat salah satu anggota DPRD Nganjuk cukup memprihatinkan. Terlebih anggota DPRD tersebut masuk dalam kasus khusus karena pernah terjerat kasus yang sama sebelumnya.

"Untuk itu, hal itu tentu menjadi pelajaran bagi semua anggota DPRD Nganjuk agar tidak coba-coba bermain Narkoba. Karena jeratan hukumnya akan berat dan dipastikan membuat citranya jatuh," tutur Tatit Heru Tjahjono.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved