Berita Nganjuk

Jembatan Kutorejo Penghubung Nganjuk-Bojonegoro Ambles, Perbaikannya Cuma Bersifat Sementara

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menginformasikan, perbaikan total untuk jembatan Kutorejo tersebut akan dilakukan dengan anggaran besar.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
Amru muiz
Sejumlah pekerja sedang membongkar jembatan kutorejo untuk dilakukan perbaikan sementara dengan memasang jembatan Bailey dengan target hari raya Idul Fitri sudah bisa kembali dilewati kendaraan.  

TRIBUNMATARAMAN.COM I NGANJUK - Jembatan Kutorejo yang amblas dan ditutup total sejak dua pekan lalu mulai diperbaiki. Perbaikan jembatan Kutorejo di Desa Kutorejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk tersebut sifatnya sementara dan ditarget bisa kembali dibuka untuk lalu linas sebelum hari raya Idul Fitri.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menginformasikan, perbaikan total untuk jembatan Kutorejo tersebut akan dilakukan dengan anggaran besar yang sampai saat ini masih belum ada.

Perbaikan Jembatan Kutorejo itu sendiri nantinya akan dilakukan Pemprov Jatim karena jembatan tersebut berada di jalur Provinsi Jatim.

"Kami mengharap masyarakat bersabar dulu untuk melewati bisa melewati jembatan Kutorejo sepenuhnya, sementara menggunakan jembatan Bailey sehingga dapat kembali dilewati," kata Marhaen Djumadi, Senin (4/4/2022).

Untuk sementara, dikatakan Marhaen Djumadi, jembatan Kutorejo yang dibangun sementara menggunakan jembatan Bailey tersebut tidak boleh dilewati kendaraan tronton. Karena hal itu dinilai berbahaya mengingat kekuatannya terbatas.

"Jadi sabar dulu ya untuk kendaraan tronton, sementara dilarang lewat jembatan Kutorejo," ucap Marhaen Djumadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan penghubung antara Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten Bojonegoro di Desa Kutorejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk rusak berat.

Ini setelah jembatan yang berusia lebih dari 50 tahun tersebut ambles dan nyaris terputus.

Kepala Dusun Kutorejo Desa Kutorejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Rudi Wijayanto, mengatakan diujung sebelah utara jembatan Kutorejo saat ini mengalami retakan cukup parah.

Ini setelah fondasi kaki jembatan di sisi sungai tergerus air dan mengalami amblas.

"Kondisi tersebut diperparah oleh sisi kanan dan kiri jembatan yang terlebih dahulu ambles tergerus air banjir sungai Widas," kata Rudi Wijayanto.

Sebenarnya, dikatakan Rudi Wijayanto, kerusakan jembatan Kutorejo sempat dilaporkan warga pada bulan April 2021 lalu. Dimana saat itu fondasi jembatan ada retakan kisaran 30 cm hingga 40 cm.

Sejumlah pekerja sedang membongkar jembatan kutorejo untuk dilakukan perbaikan sementara dengan memasang jembatan Bailey dengan target hari raya Idul Fitri sudah bisa kembali dilewati kendaraan. 
Sejumlah pekerja sedang membongkar jembatan kutorejo untuk dilakukan perbaikan sementara dengan memasang jembatan Bailey dengan target hari raya Idul Fitri sudah bisa kembali dilewati kendaraan.  (Amru muiz)

Karena tidak ada perbaikan dan jembatan Kutorejo terus dilewati armada truk bertonase hingga 40 ton pengangkut material pembangunan Bendungan Semantok di Kecamatan Rejoso menjadikan kerusakan bertambah parah.

"Hingga akhirnya jembatan tersebut fondasi ambles hingga nyaris memutus jembatan. Dan jembatan Kutorejo langsung dilakukan penutupan total sejak dua hari lalu," ucap Rudi Wijayanto.

Untuk itu, tambah Rudi Wijayanto, warga mengharapkan jembatan Kutorejo segera dilakukan perbaikan agar segera bisa difungsikan kembali seperti semula.

Ini dikarenakan akibat jembatan ditutup total menjadikan warga harus memutar agak jauh untuk melewati Sungai Widas.

"Kami mengharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk bisa segera bertindak untuk memperbaiki jembatan Kutorejo yang sangat vital sebagai jalur penghubung antara Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten Bojonegoro lewat Kecamatan Rejoso," tandas Rudi Wijayanto.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved