Jembatan Ambles di Lamongan
Dampak Jembatan Ambles di Lamongan, Terjebak di Jalan Semalam Jalur Pantura Gresik Macet Parah
Ini mengangkut kayu dari Surabaya ke Tuban, macet sejak semalam. Biasanya pagi pengiriman sampai Tuban. Kalau begini terus tekor di ongkos," katanya.
TRIBUNMATARAMAN.COM | GRESIK - Pemandangan antrean mobil terlihat jelas di Jalan Deandles atau Pantura di Gresik. Kemacetan panjang terjadi mulai di Jalan Panceng hingga Manyar Gresik.
Kemacetan yang terjadi akibat jembatan Balun Lamongan ambles.
Kendaraan besar, mobil tidak bisa bergerak. Sejak pagi kondisi arus lalu lintas macet parah.
Rekayasa lalu lintas pun dilakukan. Petugas mengalihkan arus lalin kendaraan besar roda 4 atau lebih, melalui jalur Daendels Paciran, atau bisa melalui jalur alternatif Jombang - Mojokerto.
Vanyaknya volume kendaraan besar yang melintas jalur Daendels Pantura, Jalan Raya Manyar Gresik pun mengekor panjang dua arah.
Ditambah lagi aktivitas warga sekitar berlalu lalang menyeberangi jalan Daendels tersebut. Salah satunya di dekat Tugu Manyar.
Menurut Suwaji yang hendak ke Tuban terjebak macet sejak malam.
"Ini mengangkut kayu dari Surabaya ke Tuban, macet sejak semalam. Biasanya pagi pengiriman sudah sampai Tuban. Kalau begini terus tekor di ongkos," kata dia.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi, menuturkan sejumlah petugas disiagakan di titik tertentu.
Petugas membantu meminimalisir kemacetan yang terjadi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait mulai dinas perhubungan, jasa marga, PJR dan Polres Lamongan.
"Kami menerjunkan anggota di titik-titik pengalihan arus," ucapnya, Rabu (30/3/2022).
Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno juga ikut membantu, dengan menurunkan personel. Terutama di simpang empat tugu Manyar.

"Personel Polsek Manyar dibantu Sat Lantas Polres Gresik melakukan pengaturan lalin di simpang empat tugu Manyar. Imbas putusnya jembatan Balun Lamongan, Jalan Raya Manyar padat merayap," terang Windu.
Windu berharap masyarakat dapat memahami situasi dan kondisi saat ini. Tunda perjalanan melintasi Jalan Raya Manyar untuk sementara waktu apabila tidak benar-benar mendesak guna mengurangi volume arus lalin. (willly abraham)