Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Harap Warga Pemohon Layanan Adminduk Bersabar, Ini Alasannya

Pemkab Nganjuk meminta warga yang meminta layanan adminduk agar bersabar. Ternyata ini alasannya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemerintah Kabupaten Nganjuk meminta masyarakat bersabar dalam kepengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) online.

Pasalnya, sedang berlangsung pemindahan server database DWH dari Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk ke server SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) terpusat. 

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, dengan adanya perubahan sistem tersebut banyak layanan online di aplikasi SEDUDO yang semula berjalan otomatis, terpaksa dalam tahap awal ini harus dikerjakan secara manual.

"Dengan demikian petugas Dukcapil Nganjuk kembali harus bekerja keras dalam memberikan layanan kepada warga yang mengurus adminduk yang keseharian antrian lumayan panjang," kata Marhaen Djumadi di akun Facebooknya, Selasa (22/3/2022).

Dikatakan Marhaen Djumadi, saat ini untuk bisa memberi pelayanan Adminduk kepada warga setidaknya telah disediakan sebanyak 27 orang petugas verifikator Dukcapil yang bekerja selama jam kerja. Selanjutnya Dukcapil untuk tetap memberi pelayanan pengurusan adminduk kepada masyarakat dengan menambah jam kerja atau lembur, mengoptimalkan fungsi pengawasan atatasan langsung untuk mengecek kinerja petugas.

Selain itu, ungkap Marhaen Djumadi, Dukcapil harus lebih optimal dalam menjaga sarana dan prasarana pelayanan Adminduk dari kerusakan.

"Dan kamipun juga menyiapkan petugas menerima dan melayani pengaduan masyarakat serta aktif memberikan penjelasan kepada pemohon atau warga yang ingin mengetahui perubahan layanan yang terjadi," ucap Marhaen Djumadi.

Ditambahkan Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki mengatakan, Dispendukcapil sendiri telah mengirimkan surat pemberitahuan terkait adanya perubahan dengan layanan Adminduk online yang kini terpusat dalam SIAK yang terintegrasi di Indonesia kepada Camat, Kepala Desa/Lurah di Kabupaten Nganjuk.

Dan untuk mengatasi keadaan tersebut, tambah Slamet Basuki, saat ini sedang dilakukan upaya penyesuaian aplikasi SEDUDO serta tata kerja di Dukcapil dengan SIAK terpusat di Indonesia.

"Kami berharap pengertian para pemohon mandiri, desa, Kelurahan, dan Kecamatan serta kerjasamanya termasuk penyediaan alamat email yang tepat agar hasil layanan terkirim dengan benar sesuai dengan aplikasi SIAK terpusat," tutur Slamet Basuki. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved