Berita Nganjuk

Alternatif Pupuk Bersubsidi yang Langka, Petani Nganjuk Dilatih Membuat Pupuk Organik

Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan swadaya pembuatan pupuk organik spesifik secara 3in1.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Berbek saat mempraktekkan pembuatan pupuk cair organik sebagai antispasi terbatasnya kuota pupuk subsidi tahun 2022 di Kabupaten Nganjuk. (Ist) 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan swadaya pembuatan pupuk organik spesifik secara 3in1.

Hal itu dilakukan sebagai alternatif dan antisipasi berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi yang dialokasikan oleh Pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto menjelaskan, pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat atau menjaga tingkat kesuburan tanah.

"Kita bergerak bersama mengupayakan satu alternatif, bagaimana petani tidak secara terus menerus bergantung kepada pupuk kimia utamanya pupuk bersubsidi. Untuk itu kita manfaatkan limbah yang ada di sekitar untuk diolah menjadi pupuk organik," kata Judi Ernanto, kemarin.

Dijelaskan Judi Ernanto, untuk mengawali program tersebut mungkin sedikit merepotkan karena petani terbiasa dengan pupuk kimia. Petani butuh waktu yang lebih panjang sekitar 3 sampai 4 minggu untuk prosesnya.

"Jadi, aplikasi pupuk organik tersebut membutuhkan kesabaran dari petani karena membutuhkan waktu lebih lama untuk mengetahui hasil dari pemupukan," ucap Judi Ernanto.

Sementara Kepala BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Berbek, Nasir menjelaskan, untuk membuat pupuk organik sebenarnya sangat mudah.

Misalnya daun randu, akar bambu, terasi, gula, dan air cucian beras.

Bahan itu untuk pembuatan pupuk organik spesifik 3in1. Yakni untuk menghasilkan Bakteri Fotosintesis atau Photosyntetic Bacteria (PSB), Jamur Keberuntungan Abadi (Jakaba), Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) atau sejenis bakteri yang hidup di sekitar tanaman.

“Membuat jakaba ini paling mudah karena hanya menggukan air leri. Dengan cara simpan air leri pada ember dalam ruangan kemudian tutup dengan kain, ikat kuat dan disimpan selama tiga minggu,” kata Nasir

Untuk itu, tambah Nasir, pihaknya sangat berharap kepada para petani untuk membuat pupuk organik dengan cara yang sudah dijelaskan dan memproduksi dengan jumlah banyak agar lebih memudahkan memberikna menutrisi pada tanaman Pertanian.

"Kami optimis apabila petani mampu membuat pupuk cair organik dengan baik maka hasil Pertanian bisa seperti yang diharapkan," tutur Nasir.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved