Berita Nganjuk

583 Anggota Koperasi di Nganjuk Jadi Sasaran Vaksinasi Booster KSPPS TAM dan Pemkab Nganjuk

Kemenkop UKM dan Pemkab Nganjuk serta KSPPS TAM menggelar vaksinasi booster dengan sasaran 583 anggota koperasi dan masyarakat umum di Nganjuk

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Deputi Perkoperasikan Kemenkop dan UKM RI, Ahmad Zabadi menyerahkan bantuan dana bedah rumah dari KSPPS TAM Nganjuk kepada warga di tengah kegiatan vaksin booster di Nganjuk.     

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Pemkab Nganjuk dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Tunas Artha Mandiri menggelar kegiatan vaksinasi booster untuk 583 anggota Koperasi dan masyarakat umum di Kabupaten Nganjuk.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, M Yasin mengatakan, hingga kini di Kabupaten Nganjuk capaian Vaksin Covid-19 booster baru sekitar 4,6 persen.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengucapkan terimakasih atas upaya dari jajaran KSPPS TAM Nganjuk dan dukungan dari Kemenkop dan UKM RI, semoga upaya kita semua diridhoi oleh Allah dan dihindarkan dari penyakit. Mudah mudahan perekonomian di Kabupaten Nganjuk segera bangkit agar bisa kembali normal," kata M Yasin di tengah kegiatan Vaksin Covid-19 booster di KSPPS TAM Nganjuk, Selasa (22/3/2022).

Sedangkan Ketua 1 KSPPS TAM Nganjuk, Su'ud Fuadi mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasihnya kepada masyarakat atas antusiasnya mengikuti vaksin booster ini.

"Kami sebelumnya juga sudah membantu mengirimkan peralatan APD, vitamin, masker dan sebagainya kepada tenaga kesehatan dan masyarakat sejak awal Pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk," kata Su'ud Fuadi.

Sementara Deputi Perkoperasian Kemenkop dan UKM RI, Ahmad Zabadi mengatakan, Koperasi berperan penting bagi percepatan ekonomi di Indonesia.

Kata dia, KSPPS TAM sendiri berdasarkan laporan yang ada juga berhasil keluar dari krisis minus Rp 18 milyar yang dimulai awal Pandemi Covid-19. Dan pada tahun 2021 KSPPS TAM Nganjuk berhasil surplus sampai Rp 5 milyar.

"Apa yang dilakukan Koperasi TAM Nganjuk dirasa sudah tepat ditengah Pandemi Covid-19, dan itu juga berkat dukungan dari seluruh anggota tentunya," kata Ahmad Zabadi.

Menurut Ahmad Zabadi, setidaknya ada delapan Koperasi besar di Indonesia yang terancam gulung tikar akibat Pandemi Covid-19. Dimana nilai kerugian dialami oleh delapan Koperasi tersebut diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp 30 Triliun dengan ratusan ribu anggota.

"Dan saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM masih terus berupaya menyelamatkan delapan Koperasi tersebut agar bisa kembali bangkit sehingga kerugian tidak perlu terjadi," tandas Ahmad Zabadi.

Oleh karena itu, ungkap Ahmad Zabadi, pihaknya berharap kedepan KSPPS TAM bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada anggota lebih baik lagi untuk meningkatkan skala ekonomi masyarakat meski dalam masa Pandemi Covid-19.

Dan Kemenkop RI dan UKM, tambah Ahmad Zabadi, mengapresiasi atas keberhasilan Koperasi TAM Syariah Nganjuk yang berhasil keluar dari krisis akibat pandemi covid 19.

"Maka dari itu, kami berharap untuk meningkatkan layanan kepada anggota agar anggota ini dapat meningkatkan kesejahteraan. Karena indikator utama keberhasilan koperasi adalah menghantarkan kesejahteraan anggota Tam Syariah ini, dan supaya pelaku usaha kecil dan menengah bisa naik kelas," tutur Ahmad Zabadi. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved