Penahanan Bupati Non Aktif Nganjuk

Penahanan Bupati Non Aktif Novi Rahman Hidayat Bersama Kru Dipindah ke Rutan Nganjuk, Ini alasannya

Untuk menjaga kesehatan para terpidana/terdakwa perkara Korupsi tersebut penahanan mereka dipindahkan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Proses pemindahan tahanan tindak pidana korupsi jual beli jabatan Pemkab dari rutan Kejati Jatim ke rutan Nganjuk oleh Kejari Nganjuk 

TRIBUNMATARAMAN.COM I NGANJUK - Kejaksaan Negeri Nganjuk memindahkan penahanan tujuh terdakwa perkara tindak pidana korupsi dari Rutan kelas 1 Surabaya Kejati Jatim ke Rutan kelas II B Kelurahan Mangundikaran Kecamatan Nganjuk Kabupateb Nganjuk.

Pemindahan terpidana/terdakwa perkara Tindak Pidana Korupsi tersebut sebagai salah satu upaya Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 antartahanan.

Kasi Pidsus Kejari Nganjuk, Andie Wicaksono SH mendampingi Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH menjelaskan, pemindahan tahanan terpidana/terdakwa korupsi juga dikarenakan penghuni atau tahanan di Cabang Rutan Kelas 1 Surabaya Kejati Jatim di Kota Surabaya cukup banyak.

"Untuk menjaga kesehatan para terpidana/terdakwa perkara Korupsi tersebut penahanan mereka dipindahkan," kata Andie Wicaksono dalam rilis humas Kejari Nganjuk, Rabu (16/3/2022) malam.

Dijelaskan Andie, ketujuh terpidana/terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi terkait Penerimaan dan Pemberian Uang dalam Mutasi Jabatan di Lingkungan Pemkab Nganjuk tersebut yakni Bupati Nganjuk non aktif, Novi Rahman Hidayat yang sedang dalam upaya hukum  banding, dan lima mantan camat terdakwa dalam perkara korupsi yang sedang menunggu upaya hukum kasasi, dan M Izza Muhtadin dalam pelaksanaan putusan (eksekusi) pidana korupsi.

"Mereka terpidana/terdakwa dalam proses pemindahan dalam kondisi baik dan sehat semuanya," ucap Andie.

Sebelum dilakukan pemindahan penahanan, tambah Andie, ketujuh tahanan tersebut telah dilakukan pemeriksaan medis berupa rapid test antigen oleh tim medis dari Kejaksaaan Tinggi Jawa Timur dengan hasil keseluruhannya Negatif Covid-19.

Para tahanan tersebut dipindahkan dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Nganjuk dengan pengawalan personel Sabhara Polres Nganjuk dan tujuh petugas Kejari Nganjuk.

"Alhamdulillah, proses pemindahan ketujuh tahanan perkara korupsi tersebut berjalan lancar sesuai perencanaan dan aturan yang berlaku," tutur Andie Wicaksono.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved