Wasiat Pedagang Sayur di Kediri Sebelum Akhiri Hidup, Diduga Frustasi karena Harga Sayur Anjlok

Seorang pedagang sayur di Kediri nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di rumahnya, Minggu (13/3/2022). Berikut fakta-faktanya

Penulis: Alif Nur Fitri P | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/farid mukarom
Petugas saat melakukan olah TKP kasus bunuh diri pedagang sayur di kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Seorang pedagang sayur di Kediri nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di rumahnya, Minggu (13/3/2022).

Korban ialah Vendiasyah (24), warga Dusun Gayam Timur, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Vendi yang dikenal sehari-hari berjualan sayur diduga mengakhiri hidup karena frustasi harga sayur anjlok.

Kronologi dan fakta-fakta kejadian diungkapkan oleh Kapolsek Gurah, AKP Roni Robi Harsono.

Berikut sejumlah informasi yang berhasil dihimpun oleh TribunMataraman.com.

Baca juga: Meski Ada Perjanjian Damai, Pengendara Moge yang Tabrak 2 Anak Kembar Tetap Diproses Hukum

1. Sempat Buat Wasiat

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban rupanya sudah membuat surat wasiat.

Surat wasiat tersebut diberikan korban kepada adiknya melalui pesan WhatsApp (WA).

Kepada sang adik, Vendi meminta untuk menjaga kedua orang tuanya.

"Korban sempat membuat wasiat yang sesuai yang ada di whatsapp supaya adiknya menjaga orang tua bapak dan ibu , pada ibu jangan sampai sakit di hp miliknya,"terang AKP Roni.

2. Pertama Kali Ditemukan Kakak Korban

Lebih lanjut, AKP Roni mengungkapkan saksi yang menemukan korban pertama kali ialah kakaknya.

Saat itu, Adin Saputro (35) yang merupakan warga setempat didatangi adiknya, Nadia Septia Amelia (18).

Nadia meminta bantuan kepadanya untuk membukakan pintu rumah yang saat itu diduga dukunci dari dalam oleh korban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved