Berita Nganjuk

Tingkatkan Ketrampilan Masyarakat Disnaker Nganjuk Gelar Pelatihan Menjahit

Pelatihan ketrampilan dimulai pada bulan April 2022 mendatang. Pelatihan diadakan sebanyak lima angkatan. Setiap angkatan diikuti setidaknya 16 pesert

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
Tingkatkan Ketrampilan Masyarakat Disnaker Nganjuk Gelar Pelatihan Menjahit
Istimewa
Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Supiyanto

TRIBUNMATARAMAN.COM I NGANJUK - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker Kabupaten Nganjuk berupaya meningkatkan kecakapan ketrampilan masyarakat.

Itu dilakukan dengan cara menggelar pelatihan menjahit berbasis kompetensi.

Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Supiyanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kecakapan keterampilan.

Khususnya usia produktif untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Nganjuk.

"Ini dikarenakan semakin banyaknya industri yang sudah masuk dan akan masuk di Kabupaten Nganjuk," kata Supiyanto, Selasa (1/3/2022).

Disamping itu, rencana peningkatan kecakapan ketrampilan masyarakat juga sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang diemban Disnaker Kabupaten Nganjuk.

Yaitu pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya membuka peluang ketersediaan tenaga kerja.

Untuk itu, ungkap Supiyanto, Disnaker berharap kepada warga khususnya para pemuda di Kabupaten Nganjuk yang belum bekerja atau yang masih menganggur untuk membekali ketrampilan yang diberikan dalam pelatihan nanti.

"Kegiatan tersebut merupakan kesempatan baik warga, karena pelatihan tersebut didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022," ucap Supiyanto.

Waktu Pelatihan ketrampilan dimulai pada bulan April 2022 mendatang. Pelatihan diadakan sebanyak lima angkatan. Setiap angkatan diikuti setidaknya oleh 16 peserta. Setiap angkatan akan mengikuti pelatihan selama 20 hari.

Para peserta pelatihan tersebut, wajib mengikuti berbagai tahapan yang diatur oleh Disnaker Kabupaten Nganjuk.

Mulai dari pendaftaran, tes tulis, wawancara, dan tes usap antigen. Usia mereka antara 18 hingga 35 tahun.

Pelatihan yang bakal digelar, tidak dipungut biaya atau gratis. Bahkan peserta justru mendapat fasilitas berupa kaos, bahan praktik, alat tulis, makan siang dan uang saku.

"Setelah selesai pelatihan diharapkan peserta bisa menjadi penjahit yang andal dan kompeten. Sekaligus bisa mengurangi angka pengangguran. Selain itu peserta pelatihan juga harus bersedia bekerja di industri yang ada di Kabupaten Nganjuk," tutur Supiyanto.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved