Kamis, 7 Mei 2026

Vaksin Merah Putih

Pemerintah Ingin Ekspor Vaksin Merah Putih ke Negara-negara Afrika

Menkes Budi Gunawan Sadikin menyebut bahwa pemerintah Indonesia berencana mengekspor vaksin Merah Putih ke luar negeri, khususnya ke Afrika.

Tayang:
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Seremonial uji klinis tahap 1 vaksin Merah Putih di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Rabu (9/2/2022) 

Reporter: M Zainal Arif

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunawan Sadikin menyebut bahwa pemerintah Indonesia berencana mengekspor vaksin Merah Putih ke luar negeri, khususnya ke negara-negara Afrika.

Menurut Budi, rencana tersebut sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo. 

Jika lolos uji klinis dan masuk daftar WHO, vaksin merah putih nantinya bakal diekspor ke negara Afrika.

“Pak presiden sudah setuju, bahwa ini (vaksin merah putih) akan digunakan sebagai vaksin donasi internasional,” kata Budi saat hadir secara virtual dalam peluncuran Uji Klinis Vaksin Merah Putih di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Rabu (9/2/2022).

Baca juga: 90 Orang Relawan Dapat Suntikan Uji Klinis Tahap 1 Vaksin Merah Putih

“Kebetulan kami lihat penetrasi vaksin di negara-negara Afrika agak lambat, karena donasi vaksin dalam bentuk Moderna dan Pfizer membutuhkan logistik rantai dingin, yang di Afrika hal itu sulit, susah logistiknya untuk ke Afrika," imbuhnya.

Selain itu, banyaknya warga muslim di Afrika juga bisa menjadi faktor pendorong. Vaksin Merah Putih diklaim sebagai vaksin pertama yang memiliki sertifikat halal.

“Kebetulan kita negara muslim, Afrika juga banyak muslim, mungkin akan sangat membantu kalau itu diproduksi di negara muslim,” kata Budi.

Tapi, Budi menyadari proses supaya vaksin Merah Putih bisa digunakan di dunia internasional masih panjang. 

Selain harus lolos uji klinis, vaksin merah putih juga harus mendapat persetujuan dari WHO.

Nah, supaya bisa mendapatkan emergency use listing (EUL) dari WHO, pemerintah meminta kepada pihak Universitas Airlangga untuk melakukan publikasi riset sebanyak mungkin.

“Jadi pertama di dalam negeri kita pastikan uji klinis booster bisa untuk anak-anak khususnya tiga sampai enam tahun. Kedua, agar bisa digunakan sebagai donasi ke negara-negara Afrika atau negara lain yang vaksinasinya masih rendah," katanya.

"Kita harus pastikan vaksin merah putih kelasnya di level internasional, sehingga mendapat listing dari WHO," tambahnya.

Universitas Airlangga bersama Biotis secara resmi melaksanakan uji klinis fase 1 mulai Rabu (9/8/22). 

Fase pertama akan diikuti 90 peserta, kemudian fase kedua 400 peserta dan fase terakhir 5 ribu peserta. Akan tetapi kepastian pelaksanaan fase ketiga masih akan melihat hasil fase 1 dan 2. 

Baca juga: Menko PMK Muhadjir Effendy: Vaksin Merah Putih Jadi Program Super Prioritas Presiden Jokowi

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved