Berita Surabaya
Setelah Dikritik Netizen, Pemkot Surabaya Gercep Perbaiki Fasilitas Isoman di Hotel Asrama Haji
Pemkot Surabaya langsung melakukan perbaikan fasilitas isoman di Hotel Asrama Haji setelah seorang netizen memviralkan kondisinya yang tak terawat
Reporter: Bobby C Koloway
TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Seorang netizen yang menjalani isoman di Hotel Asrama Haji (HAH) mengeluhkan fasilitas di tempat karantina tersebut.
Setelah keluahannya viral, Pemkot Surabaya bergerak cepat memperbaiki fasilitas tersebut.
Sang pemilik akun Twitter, @swimmin_dory yang menyampaikan hal ini.
Dalam kicauannya di Twitter dia mengaku dipaksa menjalani karantina di HAH. Padahal, mengutip aturan pemerintah pusat, pasien dengan tanpa gejala dapat isolasi mandiri.
Tak berhenti di situ, ia menyebut fasilitas karantina tersebut kurang laik. Mulai dari dinding yang mengelupas, air kamar mandi tak mengalir, atap ruangan bocor, hingga lift yang tak berfungsi.
"Twitter please do your magic, sedih bgt dipaksa karantina di fasilitas yg ga jelas, ga higienis dan alur tidak clear,” tulis akun tersebut pada Senin (31/1/2022) mengawali penjelasannya.
Rangkaian Twit ini pun telah mendapat respon banyak netizen. Diretweet dan disukai hingga ribuan kali oleh para netizen.
Menanggapi hal ini, Pemkot Surabaya pun kini telah turun tangan melakukan perbaikan. Pemkot mengakui ada sejumlah perbaikan yang tengah dilakukan.
"Beberapa bagian di bangunan itu memang sedang kami perbaiki hingga saat ini. Insyallah beberapa hari ke depan Gedung Zam-zam sudah selesai direnovasi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ridwan Mubarun, Selasa (1/2/2022).
Pemkot mengakui kurangnya pemantauan di fasilitas di HAH. Mengingat, Asrama Haji sempat kosong sejak Desember hingga pertengahan Januari.
"Nah, saat (kasus Covid-19) landai, sepertinya kurang diperhatikan bangunannya. Sehingga beberapa ada yang rusak," katanya.
Namun, pada prinsipnya sejak awal Januari 2022 lalu, Pemkot Surabaya telah melakukan perbaikan. Apalagi, tempat tersebut dipakai lagi sebagai tempat karantina seiring dengan naiknya kasus Covid-19 di Kota Surabaya.
Perbaikan itu terus dilakukan hingga saat ini, meskipun pasien Covid-19 terus berdatangan ke tempat isolasi tersebut. "Renovasi itu lebih banyak dilakukan di luar kamar, karena yang banyak rusak memang di luar kamar. Sedangkan untuk kamar yang ditempati, para pasien itu tentu sangat layak huni,” tegasnya.
Pada tahun 2021 lalu, tepatnya saat puncak gelombang 2 Covid-19 sedang menggila di Surabaya, dua gedung karantina itu, yakni Gedung Zam-zam dan Shofa menjadi andalan lokasi karantina.