Berita Kediri

Wahyu Alam Herbal Cafe di Kota Kediri Siapkan Menu Jamu dan Masakan Tradisional

WAH Cafe di Kota Kediri menyediakan berbagai ramuan  jamu herbal. WAH Cafe berlokasi areal persawahan di pinggiran kota namun mudah diakses pengunjung

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Wahyu Alam Herbal (WAH) Cafe di kelurahan Banaran, kota Kediri yang menyediakan berbagai menu jamu dan masakan tradisional 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Satu lagi cafe dengan layanan dan menu khusus hadir di Kota Kediri. Cafe yang baru beroperasi ini bernama Wahyu Alam Herbal (WAH) Cafe di Jl Toga Banaran, Kelurahan Banaran, Kota Kediri.

Sesuai namanya, WAH Cafe memang menyediakan berbagai ramuan  jamu herbal. WAH Cafe berlokasi areal persawahan di pinggiran kota namun mudah diakses pengunjung.

Yuwono pemilik WAH Cafe menjelaskan tujuan berdirinya WAH Cafe untuk konservasi, pelestarian dan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

"Tujuan utama kami agar tanaman jamu, minuman jamu dan tanaman obat bisa lestari," ungkapnya, Selasa (18/1/2022). 

"Konsep yang kami tawarkan pendidikan dengan menerima adik-adik, anak-anak muda untuk mengenal tanaman obat," jelasnya.

Sedangkan pemberdayaan dilakukan dengan memberikan edukasi bagaimana cara budidaya, pengembangan tanaman obat supaya lebih lestari.

"Selain konservasi, tempat kami menjadi tempat berkumpulnya teman-teman komunitas agar bisa ikut melestarikan alam sekaligus mencegah pemanasan global," ungkapnya.

Di sekitar lokasi WAH Cafe ada sekitar 200 lebih tanaman obat yang bisa dikenalkan kepada anak-anak muda untuk dikembangkan.

Di antaranya tanaman obat daun sembung, temulawak, daun meniran dan berbagai tanaman langka yang bisa dikenalkan kepada masyarakat.

"Menu jamu yang disiapkan mengarah pada keluhan umum yang banyak dirasakan masyarakat, contohnya untuk keluhan  lambung, darah tinggi dan kecapekan," jelasnya.

Sementara untuk menu masakan yang ada di WAH Cafe menyediakan berbagai menu masakan tradisional. Di antaranya, menu aneka botok dan sayur lodeh serta masakan tempo dulu," jelasnya.

Yuwono juga menjelaskan WAH Cafe diharapkan mengangkat Kelurahan Banaran lebih dikenal secara luas masyarakat.

Upaya itu dilakukan dengan mengkader satu atau dua warga di setiap RT dan RW Kelurahan Banaran untuk mendapatkan pembinaan dan pelatihan budidaya tanaman obat. 

Diharapkan ke depan dengan mengenalkan tanaman obat kepada khalayak akan membuat jamu tradisional lebih bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Selain melestarikan tanaman obat dan masakan tradisional, WAH Cafe juga melestarikan beberapa kesenian tradisional. 

Salah satunya perajin Wayang Panji, Wayang Kulit dan pelatihan dan pengembangan tanaman bonsai. Ada gazebo dan  aula yang mampu menampung pengunjung sekitar 50 orang. 

Sementara Lurah Banaran, Dumadi  menyebutkan, keberadaan WAH Cafe merupakan pengembangan embrio menjadikan  Kelurahan Banaran sebagai  Kampung Kreatif dan Independen (Kampung Keren) di Kota Kediri.

Di Kelurahan Banaran ada dua potensi yang dimiliki untuk mewujudkan Kampung Keren yakni kerajinan rajut dan tanaman jamu herbal di WAH Cafe.(didik mashudi)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved