Breaking News:

Video Tendang Sesajen Mulanya Dibagikan ke Grup WA Kajian Ibu-ibu, Hadfana Kaget Saat Videonya Viral

Hadfana Firdaus tak menduga videonya saat menendang sesajen jadi viral. Video itu semula dia share ke grup Kajian Ibu-ibu

Editor: eben haezer
ist
Tangkap layar video pria menendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. 

Reporter: Luhur Pambudi

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Video yang merekam aksi Hadfana Firdaus (34) membuang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, semula merupakan video untuk konsumsi pribadi. 

Pengacaranya Hadfana Firdaus, Moh Habib Al Qutbhi mengungkapkan, kliennya itu kaget karena video miliknya itu, tiba-tiba menyebar dan viral di jagad dunia maya atau medsos. 

Padahal, kliennya itu, hanya menyebar video tersebut ke satu grup WhatsApp (WA) yang memang dikelolanya. Nama grup tersebut, adalah Kajian Ibu-Ibu. 

Baca juga: Tak Menyangka Video Dibuatnya Singgung Perasaan Banyak Pihak, Pelaku Penendang Sesajen Minta Maaf

Sesaat setelah membuat video tersebut, dengan bantuan temannya. Kliennya itu, mengirimkan ke grup tersebut. 

Namun, niat kliennya saat itu, sebatas memberikan edukasi terhadap penghuni grup di dalamnya, sesuai dengan pemahaman agama dari pihak kliennya. 

"Dia menyebarkan mengupload ke grup pada kajian ini adalah untuk tujuannya edukasi. Namanya, kajian untuk ibu-ibu. Bahwa semacam ini, menurut keterangan dia (HF) tidak dibenarkan. Tidak dibenarkan secara agama-lah, sesuai dengan apa yang diketahui oleh HF," katanya saat ditemui awak media di Surabaya, Jumat (14/1/2022). 

Anehnya, ungkap Qutbhi, video yang seharusnya dikonsumsi pribadi untuk komunitas internal dari kliennya itu, malah tersebar di sejumlah platform medsos. 

Oleh karena itu, mewakili kliennya, ia berharap penyidik juga mengusut pelaku yang sengaja menyebarkan video tersebut hingga viral dan membuat kegaduhan di tengah masyarakat. 

"Kalau di grup udah jelas untuk kajian.  Tapi kalau dipublik untuk diketahui oleh umum, ini siapa. Ini yang dimaksud oleh ITE, kan di situlah pemahaman kami, oleh PH. Yang mendistribusikan siapa. Kok enggak ketemu," ungkapnya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved